Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soroti Tragedi Tabrakan Kereta, Giwo Minta Evaluasi Posisi Gerbong Perempuan
Rabu, 29 April 2026 09:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Giwo Rubianto Wiyogo menyampaikan duka mendalam atas tragedi tabrakan kereta yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Insiden tersebut menyita perhatian publik karena melibatkan banyak penumpang, termasuk perempuan yang berada di gerbong khusus.
Dalam keterangannya, Giwo menyoroti penempatan gerbong perempuan dalam rangkaian kereta yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari aspek keselamatan.
Dia menilai, posisi gerbong perempuan yang kerap berada di bagian ujung rangkaian berpotensi meningkatkan risiko jika terjadi kecelakaan. Karena itu, menurutnya, perlu dilakukan kajian ulang oleh pihak terkait.
Baca juga : Jenguk Korban Di RSUD Bekasi, Prabowo Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
“Keselamatan itu harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kebijakan yang dibuat untuk melindungi justru menimbulkan kerentanan baru,” ujar Giwo dalam keterangannnya, Rabu (29/4/2026).
Giwo menambahkan, perlindungan terhadap perempuan dalam transportasi publik tidak cukup hanya dengan menghadirkan gerbong khusus. Faktor keamanan secara menyeluruh, termasuk posisi gerbong dan sistem mitigasi risiko, juga harus menjadi perhatian utama.
Dia pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dan sistem keamanan transportasi kereta api. Evaluasi tersebut mencakup tata letak gerbong hingga prosedur darurat saat terjadi insiden.
Giwo berharap, tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan sistem keselamatan, khususnya dalam memberikan perlindungan optimal bagi perempuan sebagai pengguna transportasi publik.
Baca juga : Soroti Kasus Daycare, LPKSM MHD Minta Pemkot Depok Perkuat Pengawasan
“Ini bukan hanya soal teknis, tetapi soal keberpihakan pada keselamatan manusia. Perempuan harus merasa aman, bukan justru berada pada posisi yang lebih berisiko,” ujarnya.
Selain itu, Giwo juga meminta agar proses pemberian santunan atau jaminan kepada para korban dipermudah dan tidak berbelit-belit, sehingga dapat segera membantu meringankan beban para korban dan keluarga.
Seperti diketahui, korban tewas kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang. Selain itu, ada 84 orang korban yang terluka.
"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).
Baca juga : Pratikno Bakal Evaluasi Layanan Penitipan Anak
Kecelakaan tersebut dilaporkan terjadi pukul 20.50 WIB pada Senin (27/4/2026) malam. Kecelakaan kereta terjadi tepatnya di Stasiun Kereta Bekasi Timur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya