Dark/Light Mode

Sikapi Kenaikan Harga Nonsubsidi

PAN Optimistis, Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Minggu, 10 Mei 2026 06:45 WIB
Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno. (Foto: Instagram/eddy_soeparno)
Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno. (Foto: Instagram/eddy_soeparno)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mengalami kenaikan tajam seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia. Menyikapi hal ini, Partai Amanat Nasional (PAN) optimistis, untuk harga BBM subsidi akan tetap terjaga.

Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menegaskan, kenaikan BBM nonsubsidi merupakan mekanisme pasar yang terjadi secara umum, bukan kebijakan Pemerintah. 

“Kalau kita lihat, kenaikan terjadi pada BBM yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat mampu. Ini konsekuensi dari kenaikan harga energi dunia yang berdampak pada BBM nonsubsidi,” kata Eddy, dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026). 

Menurut Wakil Ketua MPR ini, fluktuasi harga minyak mentah memang kerap memicu penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara berkala. Bahkan, sebelum konflik di Timur Tengah pecah pun, faktor tersebut kerap menjadi pemicu kenaikan harga BBM. 

Baca juga : Pemerintah Siapkan Stimulus Tambahan

Eddy mengajak semua pihak menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga energi dan kesehatan fiskal negara. Di satu sisi harga tetap terjangkau, dan di sisi lain APBN juga harus tetap sehat dan sektor energi nasional bisa berkelanjutan. 

“Komitmen Presiden Prabowo jelas, harga BBM subsidi tetap dijaga agar masyarakat rentan tidak terbebani di tengah gejolak global,” tegasnya. 

Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu mengatakan, kenaikan harga energi global harus menjadi momentum mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan. Ketergantungan terhadap energi fosil, kata dia, membuat Indonesia rentan terhadap gejolak pasar internasional. 

“Percepatan elektrifikasi transportasi dan pengembangan biofuel sebagai campuran BBM merupakan arah yang tepat untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi,” katanya. 

Baca juga : Pegawai Bea Cukai Lari, Buru-buru Masuk Hotel

Pemerintah telah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi sejak 4 Mei 2026. Harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter, Dexlite naik dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter, dan Pertamina Dex naik dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter. untuk harga Pertamax tetap Rp 12.300 per liter. 

Sementara, untuk BBM subsidi tidak mengalami kenaikan. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, penyesuaian harga hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi yang digunakan sektor industri dan masyarakat mampu. “Untuk BBM subsidi, tidak akan ada kenaikan,” tegas Bahlil, di Jakarta, Selasa (5/5/2026). 

Bahlil memastikan, Pemerintah tetap menjaga stabilitas harga energi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat agar tidak terdampak langsung gejolak pasar global. Pemerintah juga berupaya mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor energi dan tambang melalui penguatan pola kerja sama yang lebih adaptif dan menguntungkan negara. 

Baca juga : Danantara Patok Tingkatkan Kinerja Operasional & Bisnis

"Ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kedaulatan energi nasional yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga nilai tambah dan kesejahteraan rakyat," tandas Bahlil. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.