Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
Kapolres Klaten Imbau Pedagang Hewan Kurban Waspadai Peredaran Uang Palsu
Jumat, 15 Mei 2026 18:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi meminta pedagang maupun pembeli di pasar, khususnya area pasar hewan, lebih berhati-hati dan teliti saat bertransaksi guna mencegah peredaran uang palsu alias upal. Imbauan tersebut disampaikan saat AKBP Moh Faruk Rozi menggelar patroli di Pasar Hewan Jatinom, bersama jajaran pejabat utama Polres Klaten, Kamis (14/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Kapolres berbincang dengan sejumlah warga yang membawa ternak untuk dijual. Mayoritas transaksi di pasar tersebut masih menggunakan uang tunai.
“Kalau bertransaksi menggunakan uang tunai, kami imbau untuk berhati-hati. Tolong uangnya selalu diperiksa dan teliti ketika bertransaksi untuk memastikan uang yang digunakan bukan uang palsu,” imbau Faruk.
Baca juga : Semen Padang Bidik Kado Perpisahan Manis di Haji Agus Salim
Ia menjelaskan, patroli dilakukan karena aktivitas jual beli hewan kurban meningkat menjelang Idul Adha. Menurutnya, meningkatnya transaksi perdagangan hewan juga berpotensi memunculkan gangguan keamanan, mulai dari pencurian ternak, tindak kriminalitas, hingga peredaran uang palsu. Karena itu, Polres Klaten menyiapkan patroli rutin di kawasan pasar hewan.
Selain memberikan imbauan kamtibmas, petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jatinom juga melakukan pemeriksaan kesehatan sapi yang masuk ke pasar.
Sementara itu, petugas Puskeswan Jatinom Ana Widya Sari mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat sekaligus mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Baca juga : Jaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Waspadai Proxy Adu Domba
“Untuk penyakit PMK saat ini tidak ada di Pasar Hewan Jatinom. Sapi-sapi yang masuk sudah kami periksa dari ciri fisik, mulut, hidung, dan tidak ditemukan gejala seperti pincang, demam, maupun air liur berlebihan,” kata Ana.
Ia juga mengimbau pedagang agar tidak membawa hewan yang sakit ke pasar karena berpotensi menularkan penyakit kepada ternak lainnya. “Imbauannya untuk pedagang yang masuk ke Pasar Hewan Jatinom diusahakan sapi yang sakit jangan dibawa ke pasar karena akan mengakibatkan penularan,” jelasnya.
AKBP Moh Faruk Rozi resmi menjabat Kapolres Klaten menggantikan AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Subbagian Mutasi Jabatan Perwira Menengah dan Tinggi Bagian Mutasi Jabatan SSDM Polri. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2731/B/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025.
Baca juga : Deretan Elite Penegak Hukum dan Pejabat Hadir di Pelantikan PERADI Profesional
Sebelum menjabat Kapolres Klaten, Faruk Rozi pernah menjabat Kapolres Tasikmalaya Kota dan Kanit 1 Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Namanya dikenal publik setelah terlibat dalam pengungkapan kasus narkoba jenis ganja seberat 1,3 ton pada 2018. Ia juga pernah menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada 2023.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya