Dark/Light Mode

Terima Yayasan Widya Cahaya Nusantara

Gibran Dukung Pengembangan Museum Asmat Dan Sekolah Lapang Sagu

Kamis, 4 Juni 2026 20:31 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara untuk membahas pengembangan Museum Asmat dan Sekolah Lapang Sagu di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Dok. Setwapres
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara untuk membahas pengembangan Museum Asmat dan Sekolah Lapang Sagu di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Dok. Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres)Gibran Rakabuming mendukung pengembangan Museum Asmat dan program Sekolah Lapang Sagu di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam melestarikan budaya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat di daerah.

Bendahara Yayasan Widya Cahaya Nusantara Evy Tjahyono mengatakan, Gibran memberi perhatian besar terhadap pelestarian budaya Asmat, khususnya tradisi seni pahat yang telah menjadi identitas masyarakat setempat.

"Beliau sangat mendukung dan memang harus dilakukan seperti itu supaya budaya memahat itu tidak hilang. Karena ini adalah harta karun sebenarnya bagi bangsa Indonesia," ujar Evy usai pertemuan.

Baca juga : Cek Layanan Haji Di Juanda, Gibran Pastikan Keberangkatan Jemaah Aman & Lancar

Menurut dia, Museum Asmat diharapkan menjadi pusat dokumentasi, edukasi, dan pelestarian karya seni serta tradisi masyarakat Asmat yang selama ini dikenal hingga mancanegara.

Selain pelestarian budaya, Gibran juga menyambut baik program Sekolah Lapang Sagu yang dikembangkan yayasan tersebut. Program itu bertujuan memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pendampingan di bidang pertanian dan perikanan.

Evy menjelaskan, Sekolah Lapang Sagu dirancang untuk membantu masyarakat Asmat yang selama ini mengandalkan pola hidup meramu agar memiliki keterampilan bercocok tanam dan membudidayakan ikan.

"Dengan program Sekolah Lapang Sagu itu kami berharap masyarakat yang tadinya adalah masyarakat peramu, kita ajarkan bagaimana untuk dapat mulai bercocok tanam dan memelihara ikan," katanya.

Baca juga : Percepatan ISPO Petani Butuh Dukungan Pendanaan Dan Kelembagaan

Menurut Evy, masyarakat mulai merasakan manfaat dari program tersebut. Salah satunya melalui budidaya ikan yang dapat mendukung kebutuhan pangan keluarga.

Dalam pertemuan itu, yayasan juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi masyarakat Asmat, terutama di bidang kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Gibran memberikan perhatian terhadap percepatan penanganan stunting, peningkatan sanitasi, dan pengendalian malaria yang masih menjadi persoalan di wilayah Papua Selatan tersebut.

"Pak Wapres ingin sekali itu bisa terlaksana di sana. Dan juga malaria yang ada di sana, beliau ingin supaya kesehatan bisa diperhatikan," ujar Evy.

Baca juga : Pertamina Drilling Sediakan Jack Up Rig untuk Pengembangan Lapangan Gas Mako

Pemerintah berharap pengembangan Museum Asmat dan Sekolah Lapang Sagu dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Asmat yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas mereka.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Widya Cahaya Nusantara Brunoto Suwandrei Arifin, PIC Proyek Sekolah Lapang Sagu A. Cahyo Suryanto, PIC Proyek Museum Asmat Varani Kosasih, R.B. Heru Sasongko, serta mahasiswa binaan yayasan asal Suku Asmat, Kaletus Sakaro.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.