Dark/Light Mode

Jelang Muktamar, 2 Menteri Berebut Kursi Ketum PBNU

Senin, 8 Juni 2026 07:50 WIB
Bursa calon Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Muhaimin Iskandar dan Nasaruddin Umar. (Foto: Instagram)
Bursa calon Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Muhaimin Iskandar dan Nasaruddin Umar. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dua bulan jelang muktamar, bursa calon Ketua Umum PBNU makin rame. Selain petahana Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dua menteri di kabinet dikabarkan akan maju sebagai calon Ketum PBNU. Mereka adalah Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Menteri Agama Nasaruddin Umar

Muktamar ke-35 PBNU bakal digelar Agustus 2026. Sebelum muktamar, PBNU akan menggelar terlebih dahulu Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU, 20-22 Juni 2026.

Tempatnya di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Keputusan itu tertuang dalam surat instruksi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Nomor 353/ PB.23/A.II.08.03/99/06/2026. 

Baca juga : BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Tembus Lebih dari Rp9 Triliun

Munas dan Konbes menjadi tahapan penting menjelang muktamar karena akan membahas berbagai materi strategis yang nantinya menjadi dasar keputusan organisasi. 

"Bahwa pilihan dan keputusan tersebut telah saya komunikasikan kepada Yang Terhormat Ketua Umum PBNU melalui pesan WhatsApp sejak tanggal 1 Juni 2026," tulis KH Miftachul Akhyar dalam surat yang diterima wartawan, Minggu (7/6/2026). 

Penetapan Pesantren Al-Falah Ploso sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai lokasi penyelenggaraan agenda tersebut. Sebelumnya, Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar di Medan dan Pondok Pesantren Shiin Al-Falah di Padang juga masuk dalam daftar kandidat tuan rumah. 

Baca juga : Hasil Temuan KPK, 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebelumnya menjelaskan, Munas dan Konbes akan membahas sejumlah agenda strategis organisasi. Mulai dari rancangan peraturan perkumpulan terkait pengelolaan usaha milik PBNU, penguatan tata kelola keuangan, hingga transformasi birokrasi digital melalui platform Digdaya. 

Di tengah persiapan Munas dan Konbes, bursa calon ketua umum PBNU semakin menyita perhatian. Cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri, Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengungkapkan sejumlah nama yang ramai diperbincangkan. 

Selain dirinya, nama Cak Imin dan Nasaruddin Umar disebut masuk dalam radar calon kuat. Nama lain yang juga beredar adalah petahana Yahya Cholil Staquf, Zulfa Musthofa yang pernah menjadi Penjabat Ketua Umum PBNU, serta Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang Muhammad Yusuf Chudlori. 

Baca juga : PKB Sulsel Tunggu Hasil Penilaian DPP

"Ada Cak Imin, Gus Yahya, Kiai Zulfa sama Gus Yusuf tadi. Ya, yang beredar sekarang ya nama-nama itu," ungkap Gus Salam. 

Muncul pula spekulasi mengenai kemungkinan Menteri Haji Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan ikut meramaikan bursa. Namun, Gus Salam menilai peluangnya kecil. 

"Kalau Menteri Haji, ketika saya ketemu, kayaknya beliau tidak berminat ke sana. Karena beliau memang belum pernah terjun langsung di NU dan sejak awal lebih banyak berkiprah di Partai Gerindra," jelasnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.