Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka -
Laporan Muhammad Rusmadi & Tim Media Center Haji, Makkah-Madinah
Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci terus berlangsung dengan lancar.
Baca juga : Kementan Genjot Percepatan Semai, Olah Lahan, Dan Tanam Padi Di Sukabumi
Seiring meningkatnya jumlah jemaah yang kembali ke Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengajak seluruh jemaah menjadikan momentum kepulangan sebagai awal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan, ibadah haji tidak berakhir saat jemaah meninggalkan Makkah dan Madinah. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang diperoleh selama menjalankan rangkaian ibadah harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Maria menjelaskan, kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan yang terbangun selama berhaji merupakan modal penting untuk memperkuat kontribusi sosial setelah kembali ke Tanah Air.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff. [Foto: Rusma/RM.id]
Baca juga : 121 Ribu Jemaah Pulang, Mabrur Mesti Terus Dijaga
“Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat,” katanya di Makkah, Sabtu (20/6/2026).
Selain mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran, Maria juga menyoroti peran kedisiplinan jemaah dalam mendukung kelancaran proses pemulangan.
Dia mengapresiasi para jemaah yang telah mematuhi berbagai ketentuan penerbangan, termasuk tidak membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan tersebut membantu mempercepat proses pemeriksaan sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.
Baca juga : Usai Berhaji, Jemaah Rasakan Layanan Lebih Baik
“Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing, sehingga jemaah tidak perlu membawanya di dalam koper,” ujarnya.
Maria juga mengingatkan pentingnya menjaga dokumen perjalanan selama proses kepulangan. Paspor, kartu identitas haji, boarding pass, dan berbagai dokumen penting lainnya harus selalu berada dalam pengawasan jemaah.
Dia meminta jemaah tidak menitipkan dokumen kepada pihak yang tidak berkepentingan. Jika terjadi kehilangan atau kendala selama perjalanan, jemaah diminta segera melapor kepada petugas yang bertugas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya