Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri PU Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol Dan Bermasalah Soal Absensi
Kamis, 16 Juli 2026 11:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap sekitar 10.000 pegawai di lingkungan Kementerian PU terindikasi melakukan pelanggaran, mulai dari transaksi judi online hingga manipulasi absensi elektronik. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar kementerian memperketat pengawasan dan melakukan rotasi sejumlah pejabat. Dody menegaskan pelanggaran disiplin yang terjadi selama ini dipicu lemahnya penindakan di internal kementerian.
Dalam Podcast Akbar Faizal, Rabu (15/7/2026), Dody menyebut sekitar 6.000 aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian PU terindikasi melakukan transaksi judi online berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Ini bukan data saya, data PPATK. Judol itu pidana," kata Dody.
Baca juga : Hadapi Ancaman El Nino, Menteri PU Perkuat Irigasi Dan Pasokan Air
Kementerian PU memiliki sekitar 38.600 ASN. Dengan jumlah tersebut, sekitar 15 persen pegawai terindikasi berkaitan dengan transaksi judi online berdasarkan data PPATK.
Meski demikian, Dody tidak menjelaskan nilai transaksi, periode pemantauan, maupun status pemeriksaan terhadap sekitar 6.000 pegawai tersebut. Ia juga belum memerinci berapa pegawai yang telah dijatuhi sanksi disiplin atau diteruskan kepada aparat penegak hukum.
Karena itu, data PPATK tersebut belum dapat dimaknai bahwa seluruh pegawai telah terbukti melakukan tindak pidana. Informasi mengenai transaksi masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan pemilik rekening, pola transaksi, serta keterkaitannya dengan situs atau bandar judi online.
Baca juga : BAZNAS-KSMI Jalin Kerja Sama Pembinaan Generasi Muda Dan Berdayakan Mustahik
Selain persoalan judi online, Dody juga menyoroti dugaan manipulasi absensi elektronik yang melibatkan sekitar 4.000 pegawai atau setara dengan satu dari sepuluh ASN di lingkungan Kementerian PU.
"Bayangkan, 3.000–4.000 orang itu main-main absen. Satu dari sepuluh pegawai saya bohong soal absen," ujarnya.
Menurut Dody, praktik tersebut terungkap setelah sistem absensi elektronik diperbaiki dan pengawasannya diperketat. Sebelumnya, pelanggaran sulit diproses karena adanya hubungan pertemanan antarkelompok maupun antarangkatan pegawai yang membuat mekanisme pemeriksaan tidak berjalan efektif.
Baca juga : Amerika Serikat Vs Paraguay, Tuan Rumah Bakal Agresif
Ia menilai kondisi tersebut menyebabkan pegawai yang diduga melakukan pelanggaran saling melindungi sehingga kasus-kasus disiplin tidak pernah berlanjut ke tahap penindakan.
Temuan mengenai transaksi judi online dan manipulasi absensi itu menjadi salah satu alasan Kementerian PU memperkuat pengawasan internal serta melakukan rotasi sejumlah pejabat guna memperbaiki tata kelola dan meningkatkan disiplin aparatur.
Dody juga belum menjelaskan modus yang digunakan dalam manipulasi absensi maupun apakah ribuan pegawai tersebut melakukan pelanggaran secara bersamaan atau merupakan akumulasi hasil pemeriksaan dalam periode tertentu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya