Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital PAI untuk Siswa PAUD hingga Mahasiswa
- Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja
- Bos Toyota: Solusi Atasi Krisis Iklim Bisa Dari Lingkungan Sekitar
- Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi
- Umuh Muchtar Optimistis Maung Bandung Makin Kuat
Kejar Kemandirian Teknologi, BRIN Kembangakan AI, Semikonduktor, dan Nuklir
Kamis, 6 Agustus 2026 20:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pengembangan berbagai teknologi strategis, mulai dari semikonduktor, kecerdasan artifisial (AI), genomik, teknologi kuantum, nuklir, hingga antariksa sebagai langkah meningkatkan daya saing Indonesia dan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam jangka panjang.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan penguatan riset dan inovasi menjadi salah satu fondasi penting agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara maju dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
Menurutnya, berbagai indikator global menunjukkan negara dengan kapasitas inovasi tinggi umumnya memiliki tingkat pendapatan per kapita yang juga lebih tinggi. Pada Global Innovation Index (GII) 2025, peringkat teratas masih didominasi negara-negara maju seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
Baca juga : Presiden Perkuat Kolaborasi Riset Demi Kemajuan Industri
“Riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,” kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Untuk memperkuat kapasitas nasional, BRIN telah memetakan sejumlah bidang teknologi yang menjadi prioritas pengembangan. Salah satunya adalah semikonduktor agar Indonesia tidak terus bergantung pada pasokan chip dari luar negeri. Selain itu, kecerdasan artifisial juga menjadi fokus utama untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor.
Pengembangan AI, kata Arif, tidak hanya dilakukan pada tataran riset, tetapi juga telah diterapkan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BRIN mengembangkan perangkat pintar bernama Food Guard yang dipasang pada wadah makanan atau ompreng guna menjaga kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi tersebut merupakan bagian dari sistem yang dibangun BRIN untuk mendukung keseluruhan rantai ekosistem MBG.
Baca juga : 150 Peneliti BRIN Menghadap Prabowo, Bawa Ratusan Inovasi
“BRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,” ujarnya.
Selain AI dan semikonduktor, BRIN juga mengembangkan teknologi genomik untuk mendukung kemandirian produksi benih unggul, obat-obatan, dan bioindustri nasional. Di saat yang sama, riset teknologi kuantum terus diperkuat sebagai bekal menghadapi kebutuhan komputasi dan sistem keamanan digital pada masa depan.
Arif menambahkan, BRIN juga memberi perhatian besar pada pengembangan teknologi nuklir dan antariksa. Kedua bidang tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kedaulatan Indonesia, baik di sektor energi, kesehatan, pangan, maupun pengawasan wilayah.
Baca juga : BRIN Sukses Buat Sepatu Karet yang Ringan, Nyaman dan Murah
Di bidang nuklir, BRIN menyiapkan pembangunan ekosistem nasional secara menyeluruh agar Indonesia memiliki kemampuan teknologi yang memadai ketika memutuskan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pengembangan itu mencakup penguasaan seluruh rantai teknologi, mulai dari penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, sistem keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah radioaktif.
“Kami berupaya menguasai seluruh rantai teknologi, mulai dari penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah,” kata Arif.
Ia menegaskan, penguasaan teknologi tersebut perlu dipersiapkan sejak dini agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna atau pembeli teknologi ketika memasuki era PLTN. Dengan kesiapan riset yang dibangun sejak sekarang, Indonesia diharapkan memiliki kemandirian dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi nuklir untuk mendukung pembangunan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya