Dark/Light Mode

Strategi Alih Profesi Ajudan: Konversi Pengalaman Jadi Aset Dan Legacy

Sabtu, 8 Agustus 2026 17:07 WIB
Founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI) Syam Basrijal dalam FGD Narasraya di Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026). Foto: RJI
Founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI) Syam Basrijal dalam FGD Narasraya di Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026). Foto: RJI

 Sebelumnya 
Dalam perspektif Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal menggarisbawahi jika bisnis yang sehat membutuhkan manusia yang sehat secara batin. Keputusan yang berkualitas membutuhkan kejernihan kesadaran, sementara kepemimpinan yang kuat membutuhkan kemampuan menguasai dan memimpin diri sendiri.

Atas dasar itu, Syam memperkenalkan Hypno Success Method, metode transformasi pikiran bawah sadar yang dibangun melalui enam pilar: Awareness, Acceptance, Release, Reprogramming, Conditioning, dan Alignment.

"Kerangka itu bisa diarahkan untuk membantu seseorang menyadari program lama, menerima pengalaman, melepaskan keyakinan yang membatasi, membangun keyakinan baru, melatih kebiasaan baru, dan menyelaraskan pikiran, emosi, perkataan, tindakan, serta visi hidup," ungkapnya.

Baca juga : Narasraya Gelar FGD Nasional Bahas Masa Depan Ajudan dan Protokol

Salah satu gagasan utama yang disampaikan Syam Basrijal dalam FGD tersebut adalah perlunya mengubah orientasi ekonomi dari sekadar memperoleh penghasilan menjadi menciptakan nilai.

Ia menggambarkan perjalanan tersebut dalam empat tahapan: karyawan memperoleh penghasilan, entrepreneur membangun aset, investor membangun sistem, dan legacy builder membangun warisan serta kebermanfaatan yang melampaui dirinya sendiri.

Transformasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam Roadmap Transformasi tujuh tahap, yaitu memulihkan mental dan pola pikir, membangun identitas baru, meningkatkan kompetensi dan keahlian, memperluas jaringan dan relasi, membangun bisnis, menciptakan aset, serta membangun legacy.

Baca juga : Syam Basrijal: Transisi Energi Solusi Jangka Panjang Atasi Polusi Udara Ibu Kota

Kerangka ini menempatkan kewirausahaan bukan sebagai keputusan spontan setelah purna tugas, tetapi sebagai proses transformasi yang dapat dipersiapkan secara sistematis. Dengan demikian, seseorang tidak dipaksa langsung menjadi pengusaha hanya karena masa pengabdiannya telah selesai.

Yang lebih penting adalah membangun kesiapan manusia terlebih dahulu, kemudian kompetensi, jaringan, model bisnis, aset, dan sistem secara bertahap.

Lebih lanjut, Syam pun mengajak kepada para peserta untuk senantiasa mau melihat masa transisi karier dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, alih profesi bukan berarti meninggalkan masa lalu. Pengalaman masa lalu justru merupakan modal yang perlu dibawa menuju tingkat kebermanfaatan berikutnya.

Baca juga : Restorasi Jiwa Indonesia: Ketakutan Kolektif Bisa Menggerus Kekuatan Bangsa

"Disiplin seorang ajudan dapat menjadi fondasi. Pengalaman menghadapi tekanan dapat menjadi ketangguhan. Kemampuan membaca situasi dapat berkembang menjadi business judgement. Jaringan dapat menjadi modal sosial. Sementara integritas menjadi fondasi kepercayaan ketika seseorang memasuki dunia usaha dan kepemimpinan," tukasnya.

Dengan perspektif tersebut, purna tugas tidak lagi dilihat sebagai berakhirnya produktivitas, tetapi sebagai peralihan medan pengabdian: dari pelaksana menjadi pencipta nilai, dari menjalankan sistem menuju membangun sistem, dan dari orientasi penghasilan menuju penciptaan aset, manfaat, serta warisan.

"Profesi boleh berubah, tetapi integritas, disiplin, dan karakter harus tetap menjadi fondasi. Ketika pikiran bawah sadar diprogram untuk bertumbuh, kesadaran selaras dengan hukum kehidupan, dan tindakan dijalankan secara konsisten, seseorang tidak hanya berhasil membangun bisnis, tetapi juga membangun dirinya menjadi manusia yang mampu menciptakan nilai, membuka peluang, dan meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya," pungkas Syam Basrijal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.