Dark/Light Mode

Ini Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia Pilihan RI 1

Senin, 10 Agustus 2026 22:20 WIB
Destry Damayanti.
Destry Damayanti.

RM.id  Rakyat Merdeka - Destry Damayanti menjadi satu-satunya nama yang diajukan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Destry saat ini menjabat Deputi Gubernur Senior BI sekaligus dipercaya sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI.

Presiden Prabowo secara resmi mengirimkan surat presiden (surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (10/8/2026). Selain calon Gubernur BI, pemerintah juga mengajukan calon pengganti Deputi Gubernur Senior serta calon Deputi Gubernur BI.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo hanya mengusulkan satu nama untuk posisi Gubernur BI. “Kalau namanya tunggal satu nama yaitu Ibu Destry,” ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks DPR, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Prasetyo menjelaskan, pengiriman surpres tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo. Setelah diterima DPR, nama calon Gubernur BI akan diumumkan untuk kemudian menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Lalu siapa sebenarnya Destry Damayanti dan bagaimana rekam jejaknya? Berikut profil singkatnya:

Baca juga : Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Destry bukan nama baru dalam perekonomian nasional. Perempuan kelahiran Jakarta pada 1963 itu memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan, perbankan, riset ekonomi, hingga kebijakan moneter.

Pendidikan ekonominya ditempuh di Universitas Indonesia. Destry meraih gelar Sarjana Ekonomi dari UI sebelum melanjutkan pendidikan ke Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Di Cornell, ia memperoleh gelar Master of Science dalam bidang Regional Science. Pendidikan tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi bagi perjalanan panjangnya sebagai ekonom dan pengambil kebijakan di sektor keuangan.

Destry mengawali kariernya sebagai Senior Economic Adviser bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. Setelah itu, ia berkecimpung di lingkungan akademik sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.

Kariernya kemudian berkembang di sektor perbankan dan pasar modal. Destry pernah dipercaya sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011, sebelum menjabat Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.

Baca juga : Destry Masuk List, Calon Gubernur BI Mulai Dipanggil Presiden

Pada periode tersebut, ia juga dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015. Pengalaman di pemerintahan dan industri keuangan itu kemudian mengantarkannya ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Destry menjadi Anggota Dewan Komisioner LPS untuk periode 2015-2019. Setelah itu, ia masuk ke Bank Indonesia dan dipercaya menduduki posisi Deputi Gubernur Senior.

Melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019, Destry ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk masa jabatan 2019-2024. Ia kemudian dilantik pada 7 Agustus 2019.

Lima tahun kemudian, Destry kembali dipercaya menduduki posisi yang sama. Melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024, ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024-2029 dan kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika terjadi perubahan kepemimpinan di bank sentral. Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI pada 25 Juli 2026, Destry dipercaya menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI.

Baca juga : Kementerian PU: Dody Hanggodo Bekerja Untuk Indonesia Tanpa Riuhnya Tepuk Tangan

Kini, pemerintah mengusulkan Destry untuk mengisi posisi tersebut secara definitif. Jika mendapat persetujuan DPR setelah menjalani proses yang ditetapkan, Destry akan menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia.

Pengajuan tersebut sekaligus menempatkan Destry pada posisi strategis ketika perekonomian Indonesia menghadapi dinamika global, mulai dari perubahan arah kebijakan moneter dunia, pergerakan nilai tukar, inflasi, hingga kebutuhan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Surpres yang dikirim pemerintah pada Senin menjadi tahap awal dari proses pengisian jabatan Gubernur BI. Selanjutnya, DPR akan memproses nama Destry sesuai mekanisme yang berlaku sebelum menentukan apakah ia layak memimpin bank sentral Indonesia untuk periode berikutnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.