Dark/Light Mode

Menuju Kursi Gubernur Bank Indonesia, Jalan Destry Diprediksi Mulus

Rabu, 12 Agustus 2026 07:50 WIB
DPR segera melakukan fit and proper test kepada Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI. (Foto: Dok. BI)
DPR segera melakukan fit and proper test kepada Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI. (Foto: Dok. BI)

RM.id  Rakyat Merdeka - DPR segera melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Dengan sederet pengalaman yang lengkap di bidang ekonomi, jalan Destry diprediksi mulus jadi bos bank sentral.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Hanif Dhakiri mengatakan, pihaknya akan segera menjadwalkan fit and proper test terhadap Destry setelah masa reses DPR berakhir pada 14 Agustus 2026. Menurutnya, proses tersebut akan dilakukan setelah kegiatan DPR kembali berjalan. 

Menurut politisi PKB itu, Destry merupakan figur yang telah dikenal baik di lingkungan Pemerintah maupun pasar. Destry juga memiliki pemahaman luas mengenai kebijakan moneter dan seluk-beluk BI. 

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membawa kondisi perekonomian dan kebijakan moneter ke arah yang lebih baik. “Beliau figur yang sangat bisa diandalkan dan profesional,” ujar Hanif usai menghadiri acara UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Wakil Ketua Komisi XI DPR Fauzi Amro mengatakan, pihaknya siap me­nguji kapasitas Destry melalui proses fit and proper test. Menurut dia, sebagai suksesor Perry Warjiyo, Destry harus mampu menjalankan tugas dan fungsi BI, termasuk menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan. 

Baca juga : Jinakkan Api Bromo 2, Menteri Gantian Turun Ke Lapangan

“Kami akan melihat kapasitas, integritas, pengalaman, rekam jejak, serta komitmen calon terhadap independensi Bank Indonesia,” ujar politisi Partai NasDem itu di Jakarta, Selasa (11/8/2026). 

Dukungan terhadap Destry juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dia menilai, Destry memiliki pengalaman mumpuni karena sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI. 

“Kita dukung Bu Destry. Bu Destry sudah berpengalaman, dan tentu dari orang dalam, kita lihat respons pasar juga positif,” ujar Airlangga usai menghadiri UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026). 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyambut positif pencalonan Destry sebagai Gubernur BI. Menurutnya, pengalaman Destry cukup untuk memimpin bank sentral. 

Purbaya mengaku memiliki hubungan kerja yang dekat dengan Destry sejak dirinya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Ya bagus, dia kan pengalamannya cukup dan saya cukup dekat,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). 

Baca juga : Diciumi Pendukung, Yaqut Tidak Kuat Duduk Lama

Dukungan serupa disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi atau Kiki. Menurut dia, Destry memiliki rekam jejak yang baik. 

“Selama ini juga kerja sama yang terjalin dengan OJK sangat baik. Kami mendoakan prosesnya lancar,” ujar Kiki pada acara UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026). 

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menilai, Destry merupakan sosok yang memiliki pengalaman lengkap untuk memimpin BI. Karena itu, dia meyakini proses pencalonan Destry akan berjalan mulus. 

“Seorang yang memiliki latar belakang lengkap. Paket lengkap ya. Jadi, saya cukup yakin kerja sama dengan Kementerian Keuangan, dengan LPS, OJK, tidak ada masalah,” kata Anggito saat ditemui di Jakarta, Senin (10/8/2026). 

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet juga meyakini proses fit and proper test Destry akan berjalan mulus. Menurutnya, keyakinan itu bukan semata karena prosesnya bersifat formal, tetapi juga ditopang rekam jejak dan dukungan politik yang cukup kuat. 

Baca juga : Periksa Rudy Tanoe, KPK Hitung Kerugian Negara Di Kasus Bansos Beras 2020

Yusuf mengatakan, pengalaman Destry sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 menjadi salah satu modal penting. Pengalamannya menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Guber­nur BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo juga membuat transisi kepemimpinan di Bank Sentral terlihat natural bagi pasar. 

“Penguatan rupiah setelah pencalonannya diumumkan juga menunjukkan bahwa pasar menangkap adanya kesinambungan kebijakan, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi,” ujar Yusuf saat dihubungi Rakyat Merdeka, Selasa (11/8/2026). 

Menurut Yusuf, pengalaman tersebut relevan dengan tantangan BI yang semakin kompleks. Kebijakan moneter tidak bisa dilihat hanya dari sisi suku bunga karena ada aspek makroprudensial dan stabilitas sistem keuangan yang harus dijaga secara bersamaan. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengirim Surat Presiden (Surpres) kepada DPR terkait pengajuan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI. Surpres tersebut diserahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR di Gedung DPR, Senin (10/8/2026). “Namanya tunggal ya, satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti,” kata Prasetyo. 

Destry saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada Senin (27/7/2026). Sebelumnya, Destry menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.