Dark/Light Mode

Pascagempa, Layanan Calon Jemaah Haji NTT Tetap Berjalan Melalui Skema Darurat

Jumat, 21 Agustus 2026 16:34 WIB
Petugas Kemenhaj memberikan pelayaan kepada calon jemaah haji di tenda dararut di lokasi bencana NTT. (Foto: Kemenhaj)
Petugas Kemenhaj memberikan pelayaan kepada calon jemaah haji di tenda dararut di lokasi bencana NTT. (Foto: Kemenhaj)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan, pelayanan administrasi dan pembinaan bagi calon jemaah haji di wilayah terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan. Meski sejumlah infrastruktur perkantoran mengalami kerusakan cukup parah akibat guncangan dan potensi gempa susulan, Kemenhaj telah mengaktifkan skema pelayanan darurat demi menjamin kebutuhan jemaah tetap terpenuhi.

Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, menegaskan bahwa keselamatan jemaah dan petugas adalah prioritas utama. Namun, hak pelayanan masyarakat tidak boleh terputus dalam situasi krisis sekalipun.

Baca juga : Salat Jumat Bersama Warga Terdampak Gempa, Wapres Doakan NTT Segera Pulih

"Kami mengimbau para calon jemaah haji di wilayah terdampak bencana di NTT untuk tidak perlu khawatir. Kemenhaj menjamin proses administrasi, pendataan, dan konsultasi perhajian tetap beroperasi penuh,” ujar Teguh, di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Ia melanjutkan, jika gedung kantor operasional di NTT dinilai belum aman atau berisiko akibat kerusakan gempa, jajaran Kemenhaj telah diinstruksikan untuk membuka layanan darurat di titik-titik posko yang aman serta memaksimalkan saluran komunikasi jarak jauh via telepon dan layanan daring.

Baca juga : 5 Hari Pascagempa Flores, PMI Layani Ratusan Warga Dan Salurkan Bantuan Logistik

Demi menjaga kelancaran layanan di lapangan, Kemenhaj segera mengalihkan operasional kantor yang terdampak kerusakan ke tenda-tenda darurat atau posko layanan terdekat yang telah dinyatakan aman oleh otoritas terkait. Jemaah yang memerlukan informasi maupun penyelesaian berkas diarahkan untuk memanfaatkan saluran telepon darurat dan hotline resmi yang terus disiagakan oleh petugas setempat.

Kemenhaj juga menegaskan bahwa seluruh sistem basis data jemaah tersinkronisasi secara digital dan terpusat, sehingga seluruh data penting dipastikan tetap aman, terlindungi, dan dapat diakses untuk kelanjutan proses haji.

Baca juga : Telkomsel Dampingi Pemulihan Flores, Berikan Bantuan Hingga Paket Darurat

"Prinsip kami jelas, bencana tidak boleh memutus hak pelayanan masyarakat. Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran di daerah untuk proaktif menjemput bola, memantau kondisi calon jemaah di pengungsian, dan memastikan setiap kendala administrasi akibat kehilangan atau kerusakan dokumen saat gempa dapat segera kami tangani secara fleksibel dan terpadu tanpa membebani jemaah," pungkas Teguh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.