Dark/Light Mode

Caketum PBNU Gus Yahya, Dari Jubir Gus Dur Hingga Dewan Pertimbangan Presiden

Senin, 31 Agustus 2026 07:26 WIB
KH Yahya Kholil Staquf. (Foto: Instagram @yahyacholilstaquf)
KH Yahya Kholil Staquf. (Foto: Instagram @yahyacholilstaquf)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lima nama telah disetorkan kepada Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk dimusyawarahkan sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Caketum PBNU) Masa Khidmah 2026-2031.

Kelima nama tersebut adalah KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Sochib, KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya), dan KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) pada Sidang Pleno V di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) dinihari.

Baca juga : 5 Nama Caketum PBNU Disetor ke AHWA, Gus Rozin Masuk

KH Yahya Kholil Staquf atau biasa disapa Gus Yahya, lahir di Rembang Jawa Tengah, 16 Februari 1966.

Saat ini Gus Yahya menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 2021, dalam pemilihan Muktamar ke-34 NU di Universitas Lampung, Bandar Lampung pada 24 Desember 2021.

Baca juga : Polling NU Online: Gus Hery Pimpin Bursa Caketum PBNU, Siapa Sosoknya?

Dengan pemerolehan suara 258, putra dari KH Muhammad Cholil Bisri dan Nyai Hj. Muchsinah Cholil ini pernah menjabat sebagai Juru Bicara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada tahun 1999 hingga 2001.

Lalu pada tanggal 31 Mei 2018, kakak dari Yaqut Cholil Qoumas ini ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden menggantikan Hasyim Muzadi oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga : Jelang Muktamar NU Ke-35, Imin Vs Gus Yahya Saling Serang

Gus Yahya juga mengelola Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin bersama Mustofa Bisri. Adapun di dunia politik, Gus Yahya pernah bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yahya pada 2001 -2005.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.