Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gelar Apel, Kapolres Bogor Antisipasi Potensi Gesekan Suporter Persija-Persib
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
- Tutup KPPD IV, Gubernur Lemhannas: Kepala Daerah Perlu Berwawasan Global
- TNI Perkuat Penanganan Karhutla dan Bencana, Tuai Apresiasi di Medsos
Dua Caketum Bakal Bertarung
Pendiri IWAPI Dewi Motik Ingin Munas Berlangsung Demokratis
Senin, 31 Agustus 2026 18:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dua kandidat dipastikan bakal bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) periode 2026-2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IWAPI yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Kedua kandidat tersebut yakni Hana Hasanah Fadel Muhammad dan Tatyana Sentani Sutara.
Keduanya telah resmi mendaftar sebagai calon Ketua Umum (Caketum) IWAPI dan dinyatakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan panitia.
Pendiri IWAPI yang kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan IWAPI pada masa kepengurusan Ketua Umum Dyah Anita Prihapsari, Dewi Motik, menyambut baik munculnya dua kandidat tersebut.
Menurutnya, kehadiran keduanya menjadi bagian dari proses demokratisasi yang sehat di internal organisasi.
Baca juga : Mubes V Kosgoro 1957 Digelar 5–7 Juni 2026, Pahlevi: Siap Berjalan Demokratis
Hal itu disampaikan Dewi Motik dalam konferensi pers di D’Rumah Kita Resto, Menteng, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Dewi menjelaskan, Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) Munas telah menjalankan tugasnya dengan menetapkan 12 persyaratan yang wajib dipenuhi setiap calon Ketua Umum sesuai AD/ART organisasi.
Menurut Dewi, kedua kandidat telah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
"Saya sudah mendengar kedua calon telah memenuhi persyaratan sesuai yang telah dikeluarkan SC. Selanjutnya, biarkan dinamika berlangsung secara sehat di IWAPI," kata Dewi Motik.
Terkait keabsahan sertifikat pelatihan yang menjadi salah satu persyaratan calon, khususnya milik Hana Hasanah Fadel Muhammad, Dewi menegaskan sertifikat tersebut sah karena diterbitkan setelah yang bersangkutan mengikuti pelatihan pada Februari.
Baca juga : Jawab Tudingan Otoriter, Prabowo: Saya Sepenuhnya Demokratis
"Sertifikat pelatihan Ibu Hana itu betul, sesuai dengan pelatihan yang diikuti pada bulan Februari. Saya memang dari dulu selalu membuat pelatihan serta mengeluarkan sertifikat, sehingga hal itu tidak menjadi masalah," tutur Dewi.
Selama ini, Dewi dikenal aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan kewirausahaan bagi anggota IWAPI.
Dewi juga berharap seluruh rangkaian Munas IWAPI dapat berlangsung lancar, aman, dan damai.
Ia menegaskan pentingnya memberikan kesempatan yang sama kepada kedua kandidat agar proses demokratisasi di internal organisasi berjalan dengan baik.
"Saya berharap Munas berjalan lancar, aman, dan damai. Saya tentu menghargai proses yang berjalan dan memberi kesempatan yang sama kepada kedua calon agar proses demokratisasi di internal organisasi dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Baca juga : Sony Subrata: Didukung AI, UMKM IWAPI Naik Kelas
Sebagai pendiri IWAPI, Dewi berharap seluruh tahapan Munas berlangsung secara baik, fair, dan demokratis. Ia juga meminta panitia menjalankan tugas secara adil terhadap seluruh kandidat demi kemajuan organisasi ke depan.
"Sebagai pendiri, saya berharap semua tahapan berjalan dengan baik, fair, dan demokratis. Munas juga harus berlangsung dengan baik dan demokratis. Karena itu, panitia juga harus bekerja secara fair dan adil bagi semua calon, demi IWAPI yang semakin baik," pungkas Dewi Motik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya