Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Edukasi Potensi Panas Bumi, IGGC dan IDE Gelar Geothermal Fun Day di Cianjur
Minggu, 6 September 2026 09:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia Geothermal Golf Community (IGGC) bekerja sama dengan Inisiatif Daulat Energi (IDE) menggelar kegiatan edukasi publik bertajuk “Geothermal Fun Day” di Kabupaten Cianjur, Minggu (6/9).
Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan pemahaman yang utuh dan objektif mengenai potensi serta keunggulan panas bumi sebagai sumber energi bersih yang mendukung pembangunan nasional.
Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari di area Car Free Day (CFD) Bundaran Kota Cianjur melalui aksi fun walk dan sosialisasi kepada masyarakat. Panitia membagikan brosur edukatif bertema “Fakta vs Mitos Panas Bumi” kepada pengunjung CFD untuk meluruskan berbagai misinformasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Agenda dilanjutkan dengan sesi diskusi dan ngopi bareng di Sapong Space Cianjur. Diskusi dibuka Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Dr. P. Hadi Wijaya, S.T., M.T., serta menghadirkan pakar, praktisi, akademisi, dan tokoh pemuda.
Kabupaten Cianjur diketahui memiliki potensi panas bumi yang melimpah, namun saat ini masih berada pada tahap eksplorasi. Di sisi lain, informasi yang belum tersaring secara utuh turut memicu kekhawatiran dan penolakan dari sebagian masyarakat.
Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM RI, Dr. P. Hadi Wijaya, menegaskan pengembangan panas bumi tidak semata-mata berorientasi pada penyediaan listrik, tetapi juga dapat mendorong ekonomi sirkuler yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : Elnusa Gelar Edukasi Seismik 3D untuk Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan
“Jika pengembangan panas bumi di Cianjur berhasil, hasilnya dapat mengoptimalkan ekonomi lokal secara masif. Panas bumi bisa dimanfaatkan langsung oleh UMKM, mulai dari pengeringan kopi dan teh hingga pembudidayaan ikan. Generasi muda harus terus bersatu padu mendukung Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian penting dari energi nasional dan pembangunan bangsa,” tegas Hadi.
Ketua IGGC sekaligus praktisi industri panas bumi, Riza Pasikki, memaparkan keandalan panas bumi dibandingkan sumber energi terbarukan lainnya. Ia menyebut Indonesia ditargetkan menjadi penghasil panas bumi terbesar di dunia pada 2030, mengalahkan Amerika Serikat.
“Lapangan panas bumi sangat berkelanjutan dan beremisi sangat rendah. Berbeda dengan energi terbarukan lain, pembangkit panas bumi bisa beroperasi 365 hari penuh dalam setahun. Selain itu, komitmen terhadap masyarakat lokal sangat tinggi. Di berbagai wilayah operasi, rata-rata 85 persen tenaga kerja yang terlibat merupakan putra-putri daerah,” jelas Riza.
Menurut Riza, kekhawatiran terkait dampak teknis dan keselamatan telah dimitigasi melalui penerapan standar operasional yang ketat oleh Kementerian ESDM. Hal itu juga diperkuat dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang diarahkan untuk mendorong ekonomi sirkuler, termasuk memajukan sektor pertanian dan perikanan lokal.
Dari perspektif akademis, Pakar Geothermal sekaligus Advisory Board Master Program ITB, Ir. Ali Ashat, S.T., Dipl. Geothermal En Tech., menekankan bahwa potensi panas bumi Indonesia merupakan kekayaan riil yang diakui dunia.
“Potensi panas bumi kita adalah yang terbesar di dunia berdasarkan data terverifikasi. Saat ini pemerintah berencana menambah kapasitas hingga 5.000 MW pada 2034. Cianjur menjadi salah satu daerah kunci untuk mencapai target energi bersih tersebut. Acara seperti ini penting untuk mengkalibrasi informasi yang benar di tengah maraknya simpang siur informasi,” ungkap Ali Ashat.
Baca juga : PLN Icon Plus Perluas Akses Teknologi Pendidikan di Pulau Lepar
Mengenai dinamika sosial dan kekhawatiran masyarakat Cianjur, Rektor UNPI Cianjur, Dodi Faraitody, S.E., M.H., menekankan pentingnya penegakan hukum, transparansi mitigasi, serta pendekatan kultural yang persuasif.
“Secara teknis geothermal relatif aman bagi lingkungan karena pemerintah tentu tidak akan membiarkan langkah yang membahayakan daerah. Kuncinya ada pada penegakan hukum dan partisipasi publik secara utuh. Pendekatan kepada warga Cianjur harus dilakukan secara persuasif dan komprehensif agar masyarakat memahami manfaatnya secara menyeluruh, bukan sekadar formalitas administrasi,” ujar Dodi.
Sementara itu, aktivis muda sekaligus Ketua Umum PB HMI periode 2013–2015, M. Arief Rosyid Hasan, menyoroti pentingnya kepemimpinan baru dan kolaborasi lintas sektor dalam mengawal transisi energi nasional.
“Mustahil kita melihat masa depan Indonesia yang baik dengan cara lama. Mustahil kita menjadi bangsa maju jika masih bertahan dengan energi fosil. Sesuatu yang baru bisa dicapai jika caranya baru, pikirannya baru, dan orang-orangnya baru. Jika kolaborasi pentahelix ini berjalan, insya Allah kebijakan EBT di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan mendapat dukungan penuh,” tutur Arief.
Arief juga mengajak masyarakat Cianjur melihat potensi alam tersebut sebagai bentuk rasa syukur yang dapat membawa keberkahan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan peluang kemajuan daerah pada masa depan.
Salah seorang warga Cianjur yang menjadi penanya dalam diskusi, Aldi, mengungkapkan kebingungan dan resistensi warga selama ini tidak terlepas dari isu yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, ruang dialog yang inklusif diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh.
Baca juga : Gempa M4,3 di Cianjur-Bandung Dipicu Sesar Cisokan, Ini Penjelasan Pakar
“Di sekitaran rumah saya memang masih banyak penolakan karena isu-isu simpang siur yang berkembang di masyarakat. Jujur, saya pribadi awalnya sempat ada rasa menolak. Namun setelah membaca berbagai literatur dan hadir di acara ini, pemahaman saya jadi terbuka tentang banyaknya manfaat geothermal. Kami berharap para pemangku kepentingan bisa lebih masif dan turun langsung menjelaskan fakta geothermal kepada warga agar tidak ada lagi rasa was-was,” ungkap Aldi.
Sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan dan pengembangan generasi muda di sekitar wilayah potensi energi, rangkaian “Geothermal Fun Day” ditutup dengan penyerahan donasi berupa peralatan olahraga dan laptop kepada dua lembaga pendidikan di Cianjur, yakni MA Persis No. 4 Cianjur dan MA Ulul Abshar Cilaku Cianjur.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar serta aktivitas positif para siswa sebagai calon penerus pembangunan daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya