Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sudah Mundur, Carlos Queiroz Kembali Tangani Ghana
- PBSI Bawa 20 Pemain ke Asian Games 2026, Beregu Putra Dipatok Emas
- Dion Markx Siap Buktikan Kualitas Bersama Persita
- Gempa M4,3 di Cianjur-Bandung Dipicu Sesar Cisokan, Ini Penjelasan Pakar
- Gempa Laut M4,4 Guncang Pacitan Terasa Sampai Malang Hingga Tulungagung
Gempa M4,3 di Cianjur-Bandung Dipicu Sesar Cisokan, Ini Penjelasan Pakar
Kamis, 3 September 2026 08:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakar Gempa sekaligus Ahli anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menyampaikan penjelasan soal gempa M4,3 yang mengguncang wilayah Cianjur, Sukabumi, Cibadak, Cimahi dan Kota Bandung pada Selasa (1/9/2026) pukul 17.53.11 WIB.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Daryono mengatakan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas Sesar Cisokan.
"Segmen Sesar Cisokan merupakan salah satu segmen aktif yang termasuk dalam Zona Sesar Cimandiri," kata Daryono via X, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan peta jaringan sesar aktif zona Sesar Cimandiri, segmen ini membentang di wilayah Jawa Barat dan berada dekat dengan area Cianjur, Sukabumi, serta kawasan Rajamandala/Cisokan.
Baca juga : Gempa Darat M4,3 Guncang Cianjur, Kedalaman 5 Km
Perubahan nama dari Segmen Rajamandala menjadi Sesar/Segmen Cisokan didasari oleh pemutakhiran data geologi, identifikasi morfologi gempa, dan pemetaan sesar aktif yg lebih mendalam oleh Tim Kelompok Kerja (Pokja) Geologi Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN).
Pembaruan ini memanfaatkan teknologi topografi digital terkini, analisis geomorfologi, data seismisitas terbaru, serta hasil survei lapangan untuk mendelineasi ulang batas-batas segmen secara akurat.
Daryono yang pernah menjabat Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menguraikan, Sesar Cisokan bukanlah sesar yang berdiri sendiri secara terisolasi, melainkan merupakan bagian terintegrasi dari sistem/zona Sesar Cimandiri.
Sesar Cisokan memiliki interaksi pergerakan. Sebagai bagian dari sistem sesar geser/naik di wilayah Jawa bagian barat, pergerakan pada satu segmen dapat mendistribusikan ulang tegangan (stress transfer) ke segmen tetangganya.
Baca juga : Daryono: Suara Gemuruh di Flores Bukan Pertanda Gempa Besar
"Sesar Cisokan tergolong sesar aktif. Tingkat aktivitasnya dikonfirmasi oleh catatan seismisitas dangkal di sekitar Jawa Barat serta kajian geologi mikro-morfologi," terang Daryono.
Menurutnya, bukti pergeseran permukaan (surface rupture) dan aktivitas geologinya teridentifikasi melalui kelurusan morfologi, gawir sesar (fault scarp), serta data geofisika dangkal seperti GPR/geolistrik dan pemetaan seismotektonik kawasan.
Dalam sistem sesar yang tersegmentasi seperti Zona Sesar Cimandiri, pelepasan energi atau rupture pada Segmen Cisokan dapat meningkatkan akumulasi tegangan di segmen-segmen terdekatnya.
Segmen-segmen dalam Sesar Cimandiri saling berinteraksi secara tektonik.
Baca juga : Pakar: Korban Gempa Flores Meninggal Akibat Bangunan Roboh
"Aktivitas kegempaan pada satu bagian segmen Sesar Cimandiri dapat memicu pergeseran lanjutan atau pemicuan gempa (earthquake triggering) pada segmen lain di sepanjang jalur sesar tersebut," pungkas Daryono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya