Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, Status Masih Siaga
Senin, 7 September 2026 12:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung telah berakhir setelah berlangsung selama sekitar 25 jam.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan erupsi menerus tersebut berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB. Setelah episode tersebut berakhir, aktivitas erupsi kembali menunjukkan pola letusan ringan yang terjadi secara berkala.
“Setelah episode erupsi menerus berakhir, teramati tiga kali erupsi strombolian dengan warna kolom erupsi hitam,” ujar Lana Saria di Bandung, Senin (7/9/2026).
Baca juga : Menkomdigi Imbau Warga Saring Informasi Soal Erupsi Anak Krakatau
Menurut dia, kembalinya erupsi strombolian yang merupakan karakteristik khas Gunung Anak Krakatau untuk sementara diinterpretasikan sebagai berakhirnya episode erupsi menerus yang cukup panjang tersebut.
Meski demikian, Badan Geologi masih memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau karena tingkat kegempaan gunung api tersebut masih tinggi. Pada periode 6-7 September 2026 tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa frekuensi rendah, dan 98 kali gempa hybrid/fase banyak.
Selain itu, tercatat empat kali gempa tremor menerus serta satu kali gempa vulkanik dangkal. Kondisi tersebut membuat tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.
Baca juga : Erupsi Anak Krakatau, KCIC Pastikan Operasional Whoosh Normal dan Aman
Lana mengatakan kemungkinan terjadinya letusan dalam beberapa periode ke depan masih tinggi. Potensi bahaya utama berupa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, serta aliran lava apabila kembali terjadi erupsi menerus.
Sejalan dengan status tersebut, Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat yang terdampak abu vulkanik juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan. Warga di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan tidak mempercayai informasi bohong mengenai erupsi yang dikaitkan dengan potensi tsunami.
Baca juga : Menkes Ungkap Bahaya Abu Vulkanik, Keluar Rumah Pakai Masker
“Warga diminta beraktivitas normal sambil terus mengikuti arahan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat,” kata Lana.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan melalui Pos Pengamatan Pasauran di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, dan Pos Pengamatan Kalianda di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.
Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap mematuhi rekomendasi keselamatan dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya