Dark/Light Mode

AirNav Terbitkan ASHTAM Terkait Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau dan Gunung Ibu

Senin, 7 September 2026 13:40 WIB
Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RM.id)
Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - AirNav Indonesia melalui International NOTAM Office menerbitkan ASHTAM VAWR3760  Senin (7/9/2026) pukul 09.10 WIB terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta ASHTAM VAWR9818 pada pukul 08.20 WIB terkait aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Untuk Gunung Anak Krakatau, ASHTAM VAWR3760 menetapkan status peringatan Merah (Colour Code Red Alert), dengan sebaran abu vulkanik teridentifikasi hingga Flight Level 500 (FL500) atau sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 15 knot (sekitar 28 km/jam).

Kemudian sebaran abu vulkanik pada ketinggian hingga Flight Level 150 (FL150) atau sekitar 15.000 kaki, bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knot.

ASHTAM juga menyebutkan adanya abu vulkanik pada ketinggian tinggi yang telah terpisah dari sumber gunung berapi dan bergerak ke arah barat daya, yang diperkirakan akan menipis atau menghilang dalam waktu 12–18 jam.

EVP of Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan, emisi abu vulkanik secara terus-menerus hingga FL150 bergerak ke arah barat.

Baca juga : Penerbangan Umrah Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Kemenhaj Minta Jemaah Tenang

"Kondisi tersebut berada dalam Flight Information Region (FIR) Jakarta atau wilayah informasi penerbangan Jakarta," ujar Hermana dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Untuk bandara terdampak (affected aerodame) maupun rute pelayanan lalu lintas penerbangan terdampak (affected ATS routes) menjadi prioritas perhatian dalam pengelolaan ruang udara yang dilakukan Airnav Indonesia.

Untuk Gunung Ibu, ASHTAM VAWR9818 menetapkan status peringatan Oranye (Colour Code Orange Alert).

Berdasarkan pemantauan, sebaran abu vulkanik Gunung Ibu teridentifikasi hingga Flight Level  070 (FL070) atau sekitar 7.000 kaki dan bergerak ke arah utara dengan kecepatan 10 knot (sekitar 19 km/jam).

Laporan dari darat menunjukkan emisi abu vulkanik yang masih berlangsung (ongoing volcanic ash emissions). Abu vulkanik teridentifikasi melalui citra satelit, namun pada pengamatan terbaru tertutup oleh awan meteorologis.

Baca juga : Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, Status Masih Siaga

Aktivitas Gunung Ibu berada dalam FIR Ujung Pandang atau wilayah informasi penerbangan Ujung Pandang.

Berdasarkan ASHTAM VAWR9818, tidak terdapat bandara terdampak maupun rute penerbangan terdampak.

Untuk diketahui, ASHTAM merupakan informasi aeronautika khusus mengenai aktivitas gunung berapi dan abu vulkanik, yang diterbitkan untuk menyampaikan informasi mengenai keberadaan, ketinggian, dan pergerakan abu vulkanik yang dapat memengaruhi ruang udara.

Informasi ini menjadi acuan penting bagi pengguna ruang udara dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan penerbangan.

Hermana menambahkan, AirNav terus melakukan pemantauan dan penilaian terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan pergerakan abu vulkanik berdasarkan informasi yang diterima melalui mekanisme informasi aeronautika.

Baca juga : Menkes Ungkap Bahaya Abu Vulkanik, Keluar Rumah Pakai Masker

Informasi tersebut menjadi bagian dari dasar pengelolaan ruang udara dan penyampaian informasi keselamatan penerbangan kepada pengguna ruang udara. ASHTAM VAWR3760 terkait Gunung Anak Krakatau berlaku mulai 7 September 2026 pukul 09.10 WIB hingga 8 September 2026 pukul 09.10 WIB.

Sementara ASHTAM VAWR9818 terkait Gunung Ibu berlaku mulai 7 September 2026 pukul 08.20 WIB hingga 8 September 2026 pukul 08.20 WIB.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.