Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anak Krakatau Erupsi, Jemaah Umrah Terdampak Penutupan Bandara
Senin, 7 September 2026 14:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap perjalanan jemaah umrah asal Indonesia. Sejumlah keberangkatan terpaksa dijadwal ulang akibat terganggunya operasional penerbangan di sejumlah bandara.
Wakil Ketua Umum Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (Asphirasi) Tauhid Hamdi mengatakan, dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap perjalanan umrah cukup signifikan.
“Iya, sangat berdampak, sehingga perlunya penjadwalan ulang terhadap keberangkatan umrah,” kata Tauhid saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, penjadwalan ulang keberangkatan bukan perkara sederhana. Travel umrah harus menyesuaikan kembali berbagai komponen perjalanan yang sebelumnya telah dipesan untuk para jemaah.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pemesanan akomodasi di Arab Saudi. Perubahan jadwal penerbangan berpotensi membuat pemesanan hotel di Makkah maupun Madinah ikut terganggu.
Baca juga : BAZNAS Bagikan Masker, Lindungi Warga dari Abu Anak Krakatau
Tauhid berharap pihak terkait dapat memberikan fleksibilitas terhadap perubahan jadwal perjalanan, sehingga biaya yang telah dikeluarkan travel dan jemaah tidak hangus.
“Perlunya penjadwalan ulang terhadap keberangkatan umrah dengan tidak menghanguskan hotel-hotel, baik jadwal hotel di Makkah maupun Madinah,” ujarnya.
Ia mengakui, semakin lama gangguan penerbangan berlangsung, potensi kerugian yang ditanggung penyelenggara perjalanan umrah juga semakin besar. Kerugian tidak hanya berkaitan dengan tiket penerbangan, tetapi juga berbagai layanan perjalanan lain yang telah dibayar dan dipesan sebelum keberangkatan.
“Tentu banyak kerugian bila mana ini berlanjut dan nilainya masih kami hitung,” sebut Tauhid.
Asphirasi saat ini masih melakukan pendataan untuk menghitung jumlah anggota yang terdampak serta potensi total kerugian akibat gangguan perjalanan tersebut. Gangguan terhadap perjalanan umrah terjadi setelah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyebabkan penyebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah.
Baca juga : AirNav Terbitkan ASHTAM Terkait Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau dan Gunung Ibu
Dampaknya, sejumlah bandara menghentikan sementara operasional penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang dan penerbangan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyampaikan, sedikitnya delapan bandara terdampak sebaran abu vulkanik dan harus menghentikan operasional sementara.
Kedelapan bandara tersebut adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.
Penutupan bandara tersebut berdampak langsung terhadap jadwal penerbangan domestik maupun internasional, termasuk penerbangan yang mengangkut jemaah umrah menuju Arab Saudi.
Bagi penyelenggara perjalanan umrah, situasi ini menjadi tantangan tersendiri. Mereka harus memastikan perubahan jadwal tidak merugikan jemaah sekaligus berupaya melakukan negosiasi ulang dengan maskapai, hotel, dan penyedia layanan di Arab Saudi.
Baca juga : Penerbangan Umrah Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Kemenhaj Minta Jemaah Tenang
Tauhid berharap gangguan penerbangan dapat segera teratasi sehingga perjalanan jemaah umrah dapat kembali berjalan normal.
Namun, keselamatan penerbangan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan di tengah kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya