Dark/Light Mode

Bergerak ke Samudera Hindia

BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak Menjauhi Wilayah Indonesia

Selasa, 8 September 2026 08:46 WIB
Sebaran abu vulkanik menampilkan hasil analisis abu vulkanik dari citra RGB Himawari-9 yang ditunjukkan dengan warna merah ditandai dengan poligon berwarna kuning. (Foto: BMKG)
Sebaran abu vulkanik menampilkan hasil analisis abu vulkanik dari citra RGB Himawari-9 yang ditunjukkan dengan warna merah ditandai dengan poligon berwarna kuning. (Foto: BMKG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Provinsi Lampung diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Dalam laporan Citra Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (8/9/2026) pukul 04.00 WIB, yang kemudian di-update pada pukul 08.00 WIB, abu vulkanik terpantau menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik dalam laporan pukul 04.00 WIB terdeteksi berada pada lapisan rendah hingga ketinggian 6.000 kaki atau 1,8 km.

Baca juga : 7 Bandara Masih Ditutup, Batuk-batuk Anak Krakatau Mulai Mereda

Sementara dalam laporan pukul 08.00 WIB, sebaran abu vulkanik terpantau berada pada lapisan rendah hingga ketinggian 7.000 kaki atau 2,1 km.

Sebaran abu vulkanik termonitor bergerak ke arah selatan dan barat daya. Mencakup sebagian barat laut Banten dan Samudera Hindia barat laut Banten.

Pada ketinggian ini, sebaran abu vulkanik berpotensi mempengaruhi  kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak.

Baca juga : Purbaya Bilang Ada Gangguan, Tapi Sedikit

Untuk diketahui, hingga saat ini, Bandara Salakanagara, Tanjung Lesung, Pandeglang Banten masih ditutup hingga Selasa (8/9/2026) estimasi pukul 10.00 WIB.

"Masih terdapat sebaran abu vulkanik yang menurunkan kualitas udara dan jarak pandang, serta pada ketinggian tertentu dapat mengganggu aktivitas penerbangan," jelas BMKG, Selasa (8/9/2026).

"Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia," imbuh penjelasan tersebut.

Baca juga : Gunung Anak Krakatau Batuk 10 Detik, Tinggi Kolom Erupsi Tidak Teramati

Masyarakat di wilayah yang terdampak diimbau memastikan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan instansi terkait serta memperhatikan kondisi udara serta jarak pandang.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.