Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
El Nino Dan Erupsi Gunung, Prabowo Salurkan Bantuan Beras Hingga Akhir Tahun
Selasa, 8 September 2026 11:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintahmemperkuat kesiapan menghadapi potensi fenomena El Nino sekaligus memantau dampak erupsi sejumlah gunung berapi terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Persiapan tersebut dibahas Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rapat tersebut membahas kesiapan pemerintah menghadapi El Nino, termasuk berbagai program bantuan yang disiapkan bagi masyarakat. Langkah tersebut berkaitan dengan upaya memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah potensi dampak kondisi iklim.
“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Salah satu bantuan yang menjadi perhatian adalah bantuan pangan berupa beras. Airlangga mengatakan, penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September akan dilanjutkan selama tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.
Baca juga : Debu Vulkanik Anak Krakatau Bercampur Polusi Jakarta, BMKG: Jangan Lepas Masker
Bantuan beras tersebut sebelumnya disalurkan sebanyak 30 kilogram hingga September. Pemerintah menyiapkan kelanjutan penyaluran pada Oktober, November, dan Desember.
“Dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga.
Selain ancaman El Nino, pemerintah memonitor dampak erupsi gunung berapi terhadap perekonomian di sejumlah daerah. Pemantauan dilakukan untuk melihat sektor yang mengalami gangguan serta menyesuaikan program penanganan dengan kondisi di lapangan.
Airlangga mengatakan daerah yang terdampak erupsi berpotensi mengalami kontraksi aktivitas ekonomi. Pemerintah masih memetakan program-program yang terdampak di berbagai provinsi.
“Di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi,” jelasnya.
Baca juga : Presiden Bicara Bencana: Takdir Kita Ada di Ring of Fire
Pemerintah juga memantau dampak letusan sejumlah gunung terhadap mobilitas masyarakat. Airlangga menyebut terdapat lima hingga enam gunung di Indonesia yang aktivitas erupsinya tengah dipantau.
“Akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini,” lanjut Airlangga.
Penurunan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak turut menjadi perhatian pemerintah. Kondisi tersebut kemudian berimbas pada pergerakan logistik, termasuk melalui jalur udara.
Menurut Airlangga, sektor penerbangan telah mengalami gangguan akibat kondisi tersebut. Gangguan penerbangan juga berkaitan dengan distribusi kargo yang menjadi bagian dari rantai logistik.
“Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan,” ungkapnya.
Baca juga : 7 Bandara Masih Ditutup, Batuk-batuk Anak Krakatau Mulai Mereda
Pemerintah masih memantau perkembangan gangguan penerbangan tersebut, termasuk memperkirakan durasi penutupan atau pembatasan operasional di wilayah terdampak erupsi.
“Kita masih monitor berapa lama ini harus ditutup,” pungkas Airlangga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya