Dark/Light Mode

Sarifah Suraidah: Gerakkan Ekonomi Rakyat, Prioritaskan Revitalisasi Pasar

Selasa, 8 September 2026 13:46 WIB
Pasar rakyat adalah jantung ekonomi kerakyatan,” tegas Bunda Harum (berbaju ungu). [Foto: IGA]
Pasar rakyat adalah jantung ekonomi kerakyatan,” tegas Bunda Harum (berbaju ungu). [Foto: IGA]

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Sarifah Suraidah mendorong Pemerintah menjadikan revitalisasi pasar rakyat sebagai salah satu prioritas dalam upaya menggerakkan ekonomi masyarakat lapisan bawah.

Menurut Sarifah, pasar rakyat bukan sekadar pusat jual beli, melainkan bagian penting dari fondasi ekonomi kerakyatan. Keberadaannya menopang mata pencaharian jutaan keluarga sekaligus berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.

Baca juga : Komisi VI DPR RI Dorong Pelatihan Kopdes Sasar Gen Z

Karena itu, dia menilai kebijakan Kementerian Perdagangan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 harus memberikan perhatian lebih besar pada penguatan ekonomi di tingkat tapak. Orientasi kebijakan, kata dia, tidak cukup hanya mengejar indikator pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Sarifah pun menyatakan dukungannya terhadap usulan tambahan anggaran Kementerian Perdagangan untuk Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 1,86 triliun. Sebagian besar tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan fisik serta pemulihan pasar rakyat di berbagai daerah.

Baca juga : Christiany Paruntu Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Ekspor Global

"Pasar rakyat adalah jantung ekonomi kerakyatan. Jika kita ingin menggerakkan masyarakat di tingkat bawah dan menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, revitalisasi pasar tradisional harus menjadi prioritas utama. Pasar bukan sekadar tempat transaksi, tetapi pusat mata pencaharian jutaan keluarga," ujar Bunda Harum, sapaan akrab Sarifah Suraidah, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur itu juga meminta komitmen anggaran Rp 1,2 triliun untuk merevitalisasi 200 pasar rakyat dikawal secara ketat, agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Baca juga : DPR Kawal Hak Karyawan PT Pos dan Minta Pembayaran Rp 158 M Segera Dituntaskan

Dia menilai, pembangunan dan pembenahan sarana perdagangan memiliki peran strategis untuk memulihkan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat, terutama di daerah yang terdampak maupun kawasan yang tengah berkembang.

"Kami di Komisi VI DPR RI akan mengawal agar anggaran revitalisasi pasar rakyat benar-benar tuntas dieksekusi. Kami mendorong agar proses pelaksanaan dapat dilakukan tepat waktu setelah anggaran ditetapkan, karena rakyat di tingkat bawah sangat menggantungkan hidupnya pada roda perdagangan lokal ini," tegas Sarifah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.