Dark/Light Mode

Harga BBM Nonsubsidi Turun

Christiany Paruntu: Bukti Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Energi

Selasa, 4 Agustus 2026 12:08 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu mengapresiasi langkah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama badan usaha penyedia BBM yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bukti sinergi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas sektor energi nasional di tengah dinamika harga minyak dunia.

Christiany menilai, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mencerminkan mekanisme penetapan harga yang semakin adaptif terhadap perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Ia juga mengapresiasi kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sektor energi dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat.

"Bagi masyarakat maupun pelaku usaha, penurunan harga BBM nonsubsidi ini menjadi kabar baik karena dapat membantu menekan biaya operasional dan distribusi, sehingga turut mendukung aktivitas ekonomi nasional," ujarnya.

Baca juga : Yulisman Apresiasi Komitmen Presiden-Menteri ESDM Turunkan Harga BBM Nonsubsidi

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga BP 92 turun dari Rp 16.670 menjadi Rp 16.130 per liter atau berkurang Rp 540 per liter. Sementara itu, BP Ultimate turun dari Rp17.240 menjadi Rp 16.760 per liter atau turun Rp 480 per liter.

Adapun BP Ultimate Diesel mengalami penyesuaian naik dari Rp 21.340 menjadi Rp 21.910 per liter sejalan dengan dinamika harga pasar energi global.

Menurut Christiany, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan tata kelola energi yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas pasokan energi di tengah volatilitas harga minyak internasional sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Selain mengapresiasi pemerintah, Christiany juga memberikan penghargaan kepada PT Pertamina (Persero) yang turut menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026.

Baca juga : Waskita Karya Pastikan Korban Banjir Sudah Tinggal Di Hunian Layak

Harga Pertamax turun dari Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 per liter, Pertamax Green 95 turun dari Rp 17.000 menjadi Rp 16.600 per liter, dan Pertamax Turbo turun dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter.

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan, yakni Pertalite sebesar Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen Pertamina sebagai BUMN energi dalam menjalankan fungsi komersial sekaligus menjaga stabilitas ekonomi melalui penyediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat.

Sebagai anggota Komisi VI DPR RI, Christiany menilai, sinergi antara Kementerian ESDM dan Pertamina perlu terus diperkuat agar kebijakan energi nasional semakin memberikan manfaat luas.

Ia menekankan bahwa stabilitas harga BBM memiliki pengaruh langsung terhadap biaya logistik, harga kebutuhan pokok, sektor industri, hingga laju inflasi nasional.

Baca juga : DPR Berperan Tuntaskan Aspirasi, SPBUN-SGN Beri Apresiasi

"Oleh karena itu, kebijakan penyesuaian harga harus tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan keberlanjutan sektor energi nasional," katanya.

Christiany menegaskan, sektor energi memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, ia berharap pemerintah bersama Pertamina dan seluruh badan usaha penyedia BBM terus menjaga ketersediaan pasokan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memastikan setiap kebijakan penyesuaian harga dilakukan secara terukur dan berbasis kondisi pasar yang objektif.

"Penurunan harga BBM nonsubsidi ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Saya mengapresiasi kinerja Menteri ESDM yang mampu menjaga stabilitas sektor energi nasional di tengah dinamika harga minyak dunia, serta komitmen Pertamina yang terus menghadirkan kebijakan harga yang adaptif dan berpihak pada kepentingan masyarakat," ucapnya.

Dia berharap, koordinasi antara pemerintah dan badan usaha energi harus terus diperkuat.

"Agar masyarakat memperoleh pasokan energi yang aman, harga yang kompetitif, serta kepastian layanan di seluruh wilayah Indonesia," tutup Christiany.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.