Dark/Light Mode

Dukung Stabilitas Pemkab Tapteng, Gerindra Sumut Tarik Wacana Pemakzulan

Rabu, 9 September 2026 06:45 WIB
Ketua DPD Gerindra Sumut, Ade Jona Prasetyo.  (Foto: Instagram/adejonaprasetyo)
Ketua DPD Gerindra Sumut, Ade Jona Prasetyo. (Foto: Instagram/adejonaprasetyo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan mendukung stabilitas pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Karenanya, mereka menginstruksikan seluruh kader Gerindra di Kabupaten Tapteng, menarik diri dari wacana pemakzulan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.

Ketua DPD Gerindra Sumut, Ade Jona Prasetyo menyatakan, partainya mendukung stabilitas pemerintahan di Kabupaten Tapteng. Dia mengajak semua pihak bersatu, khususnya kader Gerindra di Kabupaten Tapteng, untuk menyukseskan jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Gerindra mengajak semua pihak bersatu dan saling mendukung untuk pemulihan pasca bencana di Kabupaten Tapteng,” ujar Ade dalam keterangan persnya, Selasa (8/9/2026).

Sebelumnya, lima partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapteng, membuka wacana pemakzulan terhadap Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu. Kelima partai politik (parpol) yang melontarkan wacana tersebut adalah Partai NasDem, Golkar, Gerindra, PAN dan PKB.

Baca juga : Sektor Keuangan RI Stabil, Kredit Bank Tumbuh 2 Digit

Para pimpinan parpol itu melakukan pertemuan di Tapteng, Sumut, Jumat (4/9/2026), untuk membahas kondisi pemerintahan di Kabupaten Tapteng. Wacana tersebut berawal dari buruknya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), penanganan bencana banjir, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Melanjutkan keterangannya, Ade menanggapi pernyataan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Tapteng, dalam sikap bersama lima parpol terkait wacana pemakzulan Masinton Pasaribu.

“Selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, saya menyampaikan, sikap DPC Gerindra Kabupaten Tapteng di luar koordinasi dengan DPD maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” tegas anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I itu.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Tapteng, Hazmi Arif Simatupang menyatakan, pihaknya menarik pernyataan soal wacana pemakzulan terhadap Bupati Tapteng. Selanjutnya, kata dia, Gerindra Tapteng tidak lagi terlibat dalam pernyataan sikap bersama kelima partai tersebut.

Baca juga : Menperin: Tempat Makan MBG Wajib Memenuhi SNI

“Saya Hazmi Arif Simatupang, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan ini menyatakan menarik pernyataan yang telah kami sampaikan di dalam sikap bersama lima partai politik, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai PKB dan Partai PAN yang disampaikan beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu menegaskan, dirinya tak akan mundur dari jabatannya, meski muncul wacana pemakzulan oleh sejumlah parpol di DPRD. Dia menilai, wacana tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang masih berkaitan dengan kontestasi Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya.

Masinton meminta, semua pihak tidak mengorbankan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah, karena persaingan politik.

“Kalau ada yang tidak menerima hasil Pilkada, mari kita hormati pilihan rakyat. Kalau ingin bertanding lagi, ada waktunya, ada Pilkada berikutnya. Silakan berkompetisi kembali secara demokratis,” tegasnya.

Baca juga : Tenang, Layanan BPJS Normal & Tetap Gratis

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, tekanan politik terhadap kepala daerah bukan hal baru di Kabupaten Tapteng. Dia mengungkapkan, sejumlah Penjabat (Pj) Bupati di Kabupaten Tapteng pernah menghadapi situasi serupa, tapi roda pemerintahan harus terus berjalan.

Lebih lanjut, Masinton meminta semua pihak tidak menjadikan perbedaan politik sebagai sumber perpecahan di tengah masyarakat. Terlebih, Kabupaten Tapteng masih menghadapi proses pemulihan pasca bencana, yang membutuhkan perhatian dan dukungan Pemerintah.

“Harusnya, perhatian kita diarahkan pada kebutuhan warga. Banyak saudara-saudara kita yang terdampak bencana, dan membutuhkan upaya pemulihan. Jangan sampai, energi kita dihabiskan untuk konflik politik yang bisa memecah masyarakat,” pungkasnya. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.