Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Dewa United Vs Bhayangkara FC, Egy MV Cs Bidik Tren Positif
- Malam Ini, Bhayangkara Waspadai Kekuatan Lini Tengah Dewa United
- Garudayaksa FC Vs Persik, Duel Sengit Dua Tim Berambisi Bangkit
- MU Trengginas, Carrick Soroti Transisi dan Pertahanan
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Presiden Instruksikan Cari 5 Jurnalis Yang Hilang
11 Kapal Dikerahkan Ke Perairan Selat Sunda
Jumat, 11 September 2026 08:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan armadanya untuk membantu mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, sejak Senin (7/9/2026) malam, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk melakukan pencarian. "Hari itu juga TNI AL langsung mengirim kapal-kapalnya," ujar Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan laporan KSAL, sebanyak 11 kapal gabungan dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian delapan orang yang masih belum ditemukan. 11 kapal tersebut terdiri atas KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang 1-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, dan KP Sanjaya-7017.
"Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat," kata Teddy.
Lima jurnalis yang hilang kontak tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Sementara itu, tiga awak kapal yang turut hilang adalah Warta selaku nakhoda, Surakhman selaku anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto selaku pemandu.
Baca juga : Presiden Instruksikan KSAL Kerahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis Hilang
Memasuki hari ketiga operasi, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 mil laut persegi.
Pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, Potensi SAR, nelayan, dan masyarakat. Operasi tersebut didukung sejumlah kapal, rigid inflatable boat (RIB), drone termal, serta peralatan SAR air, medis, dan komunikasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan perluasan sektor dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang hingga kini belum ditemukan. Pihaknya juga mengerahkan lebih banyak unsur dan sarana dalam operasi tersebut.
"Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," ujar Al Amrad dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Dalam pelaksanaan operasi, kondisi cuaca juga menjadi perhatian tim SAR. Wilayah operasi dilaporkan cerah berawan tebal dengan angin dari selatan ke utara sekitar 15 knot dan ketinggian gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan pencarian.
Baca juga : Doa Bersama untuk Pencarian Jurnalis yang Hilang Kontak
"Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga," katanya.
Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kabar di Posko SAR Nasional di Dermaga Marina Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Keluarga jurnalis Antara M. Bagus Khoirunnas, Desi Purnama mengatakan, telah tiga hari berada di posko. Pada Kamis pagi, Desi sempat berjalan ke bibir pantai dan menangis histeris. "Tolong, Pak," kata Desi kepada petugas SAR sembari dijauhkan dari pantai.
Desi berharap, pencarian difokuskan ke sekitar Pulau Sertung yang berada dekat Gunung Anak Krakatau sehingga rombongan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Keluarga jurnalis Merdeka Ari Basuki juga terus menanti kabar. Kakak iparnya, Afrita Dewi, datang dari Cinere, Depok, Jawa Barat, dan telah berada di Posko SAR Carita sejak Rabu (9/9/2026).
Baca juga : 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Muzani: Semoga Segera Ditemukan
"Saya nggak bisa tidur, lalu saya putuskan sore ke sini juga. Saya berharap mudah-mudahan ketemu Ari dan teman-teman semua," ucap Afrita.
Sementara itu, Evie, istri pemandu wisata Heriyanto yang juga menjadi salah satu awak kapal, mengatakan keluarganya mulai cemas setelah rombongan tidak kunjung kembali ke Carita pada Senin malam.
"Senin malam sudah khawatir, karena kan nggak nginap bilangnya. Biasanya, jam 8 atau jam 9 malam itu sudah sampai (Carita), ini sampai pagi nggak ada pulang," kata Evie.
Menurut Evie, Heriyanto sempat mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau melalui WhatsApp pada Senin pukul 18.13 WIB. Namun, pesan yang dikirim pada pukul 19.35 WIB untuk menanyakan waktu kepulangan sudah tidak terkirim.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya