Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BNI Salurkan Masker Hingga Obat-obatan Bagi Warga Terdampak Erupsi Anak Krakatau
- Lewati Jalan Berlumpur & Minim Sinyal, Kepala Unit BRI Dorong UMKM Naik Kelas
- Kortastipidkor Polri Dukung RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
- Menhut Ungkap Arahan Prabowo: Padamkan Karhutla, Selamatkan Satwa
- Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal Dunia
AHY Klarifikasi Pidato HUT Demokrat: Posisi Demokrat Jelas, Dukung Prabowo
Rabu, 9 September 2026 21:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan klarifikasi atas pidato refleksi dan kontemplasi pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang disampaikannya pada Sabtu (5/9/2026).
AHY tak ingin pidato tersebut ditafsirkan secara keliru oleh sejumlah pihak.
Dia menegaskan, pidato itu disampaikan untuk menyemangati kader, meneguhkan kembali nilai-nilai dan jati diri perjuangan Partai Demokrat, sekaligus memastikan seluruh kader memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari pemerintahan.
“Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya mempertegas isi dari pidato politik tersebut, karena saya khawatir ada yang salah tafsir. Posisi Demokrat jelas. Kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil,” tegas AHY dalam puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca juga : Prabowo Lepas Kontingen Asian Games 2026: Berikan Yang Terbaik Untuk Bangsa
Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menekankan, tidak ada hal lain yang diinginkan Partai Demokrat, selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, ketika pemerintah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat, menciptakan lapangan pekerjaan, menjaga stabilitas, memperkuat ekonomi, dan membawa Indonesia semakin maju, keberhasilan tersebut bukan hanya milik presiden, kabinet, maupun partai-partai yang berada di pemerintahan.
“Yang berhasil adalah kita semua. Yang berhasil adalah Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam pidatonya pada Sabtu (5/9/2026), AHY menyampaikan sejumlah pernyataan yang dinilai cukup tajam dan kritis sehingga memunculkan beragam tafsir.
Baca juga : Perintah Presiden: Bantuan Beras 10 Kg Lanjut Sampai Desember
Salah satunya ketika AHY menyebut bahwa kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, melainkan amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Dalam pidato itu, AHY juga menekankan pentingnya netralitas aparat negara.
Pernyataan tersebut ditafsirkan sebagai kritik tersirat atau bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintah oleh sebagian kalangan.
Selain itu, narasi AHY mengenai siklus kepemimpinan, batas waktu jabatan, serta evaluasi terhadap kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah juga memunculkan spekulasi mengenai arah politik AHY menjelang Pemilu Presiden 2029.
Namun, dalam klarifikasinya, AHY menegaskan posisi Partai Demokrat tetap berada dalam pemerintahan dan menginginkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil.
Baca juga : Belajar Memimpin Perubahan, Memenangkan Masa Depan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya