Dark/Light Mode

Mensos Apresiasi Ary Ginanjar Bantu Petakan Talenta Siswa Sekolah Rakyat

Kamis, 10 September 2026 19:46 WIB
Foto: ESQ.
Foto: ESQ.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Dukungan tersebut dinilai turut memperkuat upaya pemerintah menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu.

Apresiasi itu disampaikan Saifullah saat menghadiri Wisuda ke-10 UAG University dan Welcoming Reception Mahasiswa Baru ke-14 dengan tema “From Knowledge to Global Impact: Advancing Halal Excellence for Indonesia Emas 2045” di Granada Ballroom, Menara 165, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut Saifullah, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diperuntukkan bagi keluarga yang paling tidak mampu, termasuk mereka yang selama ini belum sepenuhnya terbawa dalam proses pembangunan.

“Sekolah Rakyat itu boarding school, jadi pendidikannya 24 jam. Tentu semua ditanggung oleh negara. Inilah cara negara, cara Presiden Pak Prabowo, memelihara fakir miskin dan anak-anak yang terlantar,” ujar Saifullah.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Ary Ginanjar yang sejak awal turut membantu penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemanfaatan Talent DNA yang diberikan secara cuma-cuma untuk membantu memetakan potensi dan bakat para siswa.

Baca juga : Gus Ipul Ajak SDM Sekolah Rakyat Jadi Agen Perlinsos

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Ary Ginanjar yang telah membantu kami dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” katanya.

Saifullah menjelaskan, penerima manfaat Sekolah Rakyat merupakan kelompok yang disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai the invisible people.

Mereka merupakan keluarga yang persoalannya kerap tidak terlihat, bahkan dapat luput dari sistem pendataan dan perhatian pembangunan.

“Mereka adalah keluarga yang tidak bisa menebus ijazah anaknya di sekolah, atau keluarga yang bisa makan dua kali sehari saja sudah bersyukur, bahkan mereka sering kali hanya makan satu kali sehari,” tuturnya.

Seluruh siswa Sekolah Rakyat nantinya akan mengikuti pemetaan Talent DNA yang difasilitasi Ary Ginanjar secara cuma-cuma.

Pemetaan tersebut dinilai penting untuk membantu sekolah dan pemerintah memahami potensi masing-masing siswa sekaligus mengarahkan mereka pada bidang pendidikan maupun pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya.

“Dengan tes DNA Talent dan dengan model bimbingan yang dikembangkan oleh Sekolah Rakyat bersama Pak Ary Ginanjar, kita sudah bisa memprediksi lulusan-lulusan Sekolah Rakyat dan mengarahkan mereka akan bekerja di bidang apa pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Baca juga : Mensos Minta Peserta Didik Diawasi 24 Jam

Saifullah menilai, pendekatan tersebut merupakan terobosan baru dalam pengelolaan pendidikan nasional.

Menurutnya, pendidikan tidak lagi semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu mengenali potensi dan karakter setiap peserta didik.

“Saya kira ini adalah model baru, mazhab baru dalam mengelola pendidikan kita. Dan saya sudah lapor kepada Bapak Presiden, agar cara mazhab ini terus dikembangkan,” tuturnya.

Selain mengapresiasi kontribusi Ary Ginanjar dalam Sekolah Rakyat, Saifullah juga menyoroti pendekatan pendidikan yang dikembangkan UAG University.

Ia menilai, kampus tersebut memiliki jalur pendidikan yang berbeda, tetapi tetap memiliki tujuan yang sama, yakni membentuk manusia yang berilmu, terampil, sekaligus memiliki kekuatan spiritual.

Menurut Saifullah, pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan spiritualitas merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Di kampus ini, saya tahu diajarkan sejak awal bagaimana kita mengingat Tuhan dulu sebelum kita menggunakan pikiran kita. Maka tadi diawali dengan Asmaul Husna, diperkuat spiritual kita, dan itulah jalan Pak Ary Ginanjar untuk membimbing anak-anakku sekalian,” ungkapnya.

Baca juga : Gerindra Kawal Terus Program Presiden Prabowo, Amankan Anggaran Sekolah Rakyat!

Sementara itu, Ary Ginanjar Agustian menyampaikan rasa syukurnya dapat berkontribusi dalam program yang memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

“Saya mengucapkan terima kasih karena telah mendidik anak-anak yang dhuafa, anak-anak yang tidak mampu, miskin ekstrem,” kata Ary.

Menurut Ary, perubahan kepercayaan diri para siswa Sekolah Rakyat tidak hanya terlihat dari fasilitas dan seragam yang mereka kenakan, tetapi juga dari pemahaman terhadap potensi diri yang mereka miliki.

“Kita bisa melihat hari ini seragamnya bagus dan dia merasa percaya diri bersama dengan teman-temannya. Percaya dirinya bukan hanya karena seragamnya yang bagus atau di gedung yang atasnya masjid tertinggi nomor satu di se-Indonesia, tapi beliau sudah punya talenta dan dia PD dengan dirinya karena dia tahu bahwa dirinya jenius,” ujar Ary.

Ia menegaskan, pemetaan melalui Talent DNA diharapkan membantu anak-anak Sekolah Rakyat mengenali keunggulan masing-masing sehingga mereka dapat tumbuh dengan keyakinan terhadap kemampuan dirinya.

“Dan kejeniusan itu dibuka melalui Talent DNA. Semoga Allah rahmati dan berkahi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor