Dark/Light Mode

Menperin Targetkan TKDN Mobil Listrik Naik Jadi 80% Mulai 2030

Kamis, 3 September 2026 13:27 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/RM)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai upaya memperkuat struktur manufaktur dan rantai pasok nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan peta jalan kendaraan listrik telah menetapkan peningkatan nilai minimum TKDN secara bertahap, dari 40 persen hingga 2026 menjadi 60 persen pada periode 2027–2029, sebelum mencapai 80 persen mulai 2030.

"Kebijakan tersebut diarahkan agar investasi tidak berhenti pada perakitan, tetapi semakin melibatkan industri komponen dan rantai pasok dalam negeri," kata Agus saat meresmikan fasilitas produksi BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, Pemerintah tidak hanya berfokus membangun pasar kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi di dalam negeri melalui peningkatan penggunaan komponen lokal.

Baca juga : Menperin Resmikan Pabrik BYD Di Subang, Perkuat Industri Mobil Listrik RI

Kebijakan tersebut, kata Agus, telah mendorong pertumbuhan investasi dan kapasitas produksi kendaraan listrik roda empat di Indonesia. Saat ini terdapat 14 perusahaan yang berinvestasi di sektor tersebut dengan total nilai investasi mencapai Rp 24,131 triliun dan kapasitas produksi 409.860 unit per tahun.

Agus mengatakan peningkatan TKDN menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi. Indonesia dinilai memiliki modal untuk mengembangkan mata rantai industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

Rantai industri tersebut mencakup pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, produksi kendaraan listrik, pengembangan pasar domestik, hingga industri daur ulang baterai.

Peresmian fasilitas produksi BYD di Subang, menurut Agus, menjadi salah satu momentum untuk memperkuat keterlibatan industri komponen dan pemasok dalam negeri dalam pengembangan kendaraan listrik.

Baca juga : Kemenperin Pacu Industri Tekstil Indonesia Menang Di Pasar Global

Saat ini, produk-produk BYD yang dipasarkan di Indonesia telah memiliki nilai TKDN berkisar 40,8 hingga 47 persen. Pemerintah berharap angka tersebut terus meningkat sejalan dengan pengembangan fasilitas produksi dan perluasan penggunaan komponen lokal.

Agus menegaskan keberhasilan investasi kendaraan listrik tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan yang diproduksi atau besarnya investasi yang masuk. Pemerintah juga mendorong agar investasi tersebut memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan industri komponen nasional.

"Kami berharap investasi BYD tidak berhenti pada produksi kendaraan, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri kendaraan listrik nasional yang semakin terintegrasi," ujarnya.

Selain melibatkan pemasok lokal, Pemerintah berharap industri kendaraan listrik dapat memperkuat keterkaitan antara sektor hulu dan hilir. Kehadiran investasi baru juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di tengah pertumbuhan pasar kendaraan rendah emisi.

Baca juga : Prabowo Targetkan Ekonomi Mandiri, Menperin Pacu Industrialisasi

Peresmian pabrik BYD berlangsung di tengah perkembangan industri kendaraan listrik nasional. Pada Semester I 2026, penjualan battery electric vehicle (BEV) mencapai 70.095 unit dengan pangsa pasar 16,06 persen.

Sementara penjualan hybrid electric vehicle (HEV) mencapai 40.405 unit atau memiliki pangsa pasar 9,26 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya penerimaan pasar terhadap kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.

Dengan target TKDN mencapai 80 persen mulai 2030, Pemerintah berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga berkembang sebagai basis manufaktur yang didukung industri komponen dan rantai pasok domestik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.