Dark/Light Mode

Basarnas Evakuasi Mayat Tanpa Identitas Di Perairan Mukomuko

Kamis, 24 September 2026 16:35 WIB
Tim Basarnas bersama dengan kepolisian dan masyarakat setempat saat melakukan evakuasi terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir pantai Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (24/9/2026). (Foto: ANTARA/Anggi Mayasari)
Tim Basarnas bersama dengan kepolisian dan masyarakat setempat saat melakukan evakuasi terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir pantai Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (24/9/2026). (Foto: ANTARA/Anggi Mayasari)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu mengevakuasi mayat tanpa identitas yang ditemukan di perairan Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (24/9/2026).

“Memang benar ada penemuan mayat tanpa identitas di pesisir pantai di Kabupaten Mukomuko dan saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Mukomuko,” kata Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik dikutip dari Antara.

Muslikun mengatakan, proses evakuasi dilakukan setelah Basarnas menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat tersebut pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 08.20 WIB.

Baca juga : Basarnas Belum Buka Lagi Operasi Pencarian KM Arupadatu 1

Evakuasi melibatkan tim rescue Pos SAR Mukomuko bersama personel TNI, kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Mukomuko untuk proses lebih lanjut, termasuk upaya identifikasi oleh pihak terkait.

Sebelumnya, Basarnas Bengkulu juga menerima laporan penemuan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9/2026).

Jenazah tersebut dievakuasi dari Pulau Enggano dan dibawa menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, pada Senin (14/9/2026) pukul 07.58 WIB.

Baca juga : Kesiapsiagaan Kunci Hadapi Bencana Sepanjang Tahun

Dalam penerbangan tersebut, jenazah didampingi dua petugas kepolisian untuk selanjutnya menjalani proses autopsi guna memastikan identitas dan penyebab kematian.

Berdasarkan keterangan Polda Banten, hasil pencocokan DNA dengan sampel antemortem menunjukkan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano identik dengan Surakman atau Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I. 

Kapal tersebut membawa rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.