Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Menpora: Bonus Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026
- Eugenia Diva Persembahkan Perunggu Buat Indonesia
- Praperadilan, Silmy Karim Minta Penyitaan dan Status Tersangka Dicabut
- Beredar Hoax Bantuan Rp300 Juta, Ini Klarifikasi Pemprov Papua
- Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026
Pesan Basarnas Saat Peluncuran Buku Rumah Jingga Tamalanrea
Kesiapsiagaan Kunci Hadapi Bencana Sepanjang Tahun
Selasa, 22 September 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi berbagai ancaman bencana yang dapat terjadi sepanjang tahun. Kemampuan masyarakat, relawan dan potensi Search and Rescue (SAR) perlu dibangun sebelum bencana terjadi agar respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Pesan tersebut disampaikan dalam peluncuran buku Rumah Jingga Tamalanrea, Cikal Bakal SAR Mahasiswa di Indonesia, dalam rangka peringatan 40 tahun SAR Universitas Hasanuddin (Unhas) di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Deputi Bidang Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Moh. Barokna Haulah, yang mewakili Kepala Basarnas, mengatakan kesiapsiagaan tidak boleh baru dibangun ketika bencana terjadi.
Baca juga : Kampus Jadi Pintu Masuk PMI Berdaya Saing Global
“Antisipasi kecelakaan dan bencana tidak dimulai ketika terjadinya bencana itu. Itu harus diawali jauh sebelum terjadinya kedaruratan,” ujar Barokna di sela acara.
Menurutnya, Basarnas membutuhkan dukungan berbagai unsur dalam operasi pencarian dan pertolongan. Perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dunia usaha, relawan, media, dan masyarakat merupakan bagian dari potensi SAR yang perlu terus dibina.
“Potensi SAR tidak hanya cukup mengandalkan kemauan, kemampuan dan semangat untuk membantu, namun juga profesionalitas,” katanya.
Baca juga : Suahasil Tancap Gas
Pembinaan potensi SAR dilakukan melalui pelatihan, edukasi, penyusunan prosedur, penyediaan sarana dan prasarana, komunikasi, hingga simulasi. Basarnas juga mengembangkan program Kampung Rescue untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi kedaruratan.
Barokna mengatakan, kebutuhan tersebut semakin penting karena karakter ancaman bencana terus berubah. Perubahan iklim, aktivitas seismik, mobilitas masyarakat, perkembangan sektor wisata dan transportasi, serta kemajuan teknologi membuat operasi pencarian dan pertolongan semakin kompleks.
Perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan dan kepedulian terhadap kemanusiaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya