Dark/Light Mode

Satukan Ide, Kuatkan Ekonomi Kreatif

Menteri Ekraf Diskusi Bareng Para Pimpinan Media Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 17:22 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (kiri) saat berdiskusi dengan sekitar 30 pimpinan media nasional di Forum Redaksi & Aspirasi Media Ekraf (FRAME) di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).  [Foto-foto: Dok]
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (kiri) saat berdiskusi dengan sekitar 30 pimpinan media nasional di Forum Redaksi & Aspirasi Media Ekraf (FRAME) di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2026). [Foto-foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonomi kreatif semakin dipandang sebagai salah satu mesin penting pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk memperkuat sinergi dengan media sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai arah kebijakan sektor tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggelar Forum Redaksi & Aspirasi Media Ekraf (FRAME).

Forum yang mengusung tema United in Ideas, Empowering The Creative Economy itu mempertemukan sekitar 30 pimpinan media nasional di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan, FRAME dirancang bukan sekadar sebagai forum komunikasi, melainkan ruang untuk menyatukan gagasan antara pemerintah dan media mengenai masa depan ekonomi kreatif Indonesia.

Baca juga : Badan Pengkajian MPR RI Serap Aspirasi Ekonomi Kreatif Karimunjawa

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan sekaligus memperluas pemahaman publik mengenai mandat, program, dan kontribusi ekonomi kreatif terhadap pembangunan nasional. “Acara ini bertujuan untuk media dan Kementerian Ekraf agar semakin dekat, juga untuk mengenalkan lebih dalam tentang penugasan yang diberikan kepada kementerian ini, serta apa yang sedang dan akan kami lakukan,” kata Teuku Riefky.

Dia menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif sejalan dengan agenda Asta Cita, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda dan memperkuat kelas menengah. “Selaras dengan Asta Cita, Ekraf sebetulnya berkontribusi dalam hal lapangan kerja untuk generasi muda dan menopang kelas menengah,” ujarnya.

Baca juga : PANDI Dan Kemenekraf Bidik Potensi Besar IP Indonesia Di Dunia Digital

Besarnya potensi ekonomi kreatif tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai Rp1.757,87 triliun.

Pertumbuhannya tercatat 6,86 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Capaian tersebut juga disebut telah melampaui target RPJMN 2025 hingga 124 persen.

Baca juga : MPR Bahas Pentingnya UU Pengendalian Perubahan Iklim

Tak hanya dari sisi kontribusi ekonomi, sektor ini juga menjadi salah satu penyerap tenaga kerja yang penting. Porsi tenaga kerja ekonomi kreatif didominasi kelompok usia muda, dengan generasi milenial mencapai 36,63 persen dan Gen Z sebesar 26,40 persen.

Teuku Riefky mengatakan, potensi tersebut perlu diperkuat agar ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya menjadi kekuatan domestik, tetapi juga mampu memainkan peran di tingkat global. Salah satu kuncinya adalah penguatan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.