Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BRI Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik di Indonesia Hasil Berorientasi Nasabah
- Kabut Asap di Danau Toba, ASDP Perkuat Kewaspadaan & Optimalkan Navigasi Kapal
- Hajar Man City, PSG Bikin Inggris Merana
- Vinicius Junior Protes Hukuman 4 Laga
- Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih untuk Warga Terdampak Karhutla
Satukan Ide, Kuatkan Ekonomi Kreatif
Menteri Ekraf Diskusi Bareng Para Pimpinan Media Nasional
Kamis, 1 Oktober 2026 17:22 WIB
Sebelumnya
Menurutnya, IP dapat menjadi instrumen soft diplomacy sekaligus sumber devisa baru bagi Indonesia. Memperkuat hal tersebut, lanjut Rifki, akan hadir WCCE karena ekraf ditugaskan Pemerintah sebagai soft diplomacy.
"Jadi, tidak hanya seni budayanya yang kita bawa keluar, tetapi juga IP dari ekonomi kreatifnya supaya memberikan nilai ekonomi yang menambah devisa negara,” tegasnya.

Baca juga : Badan Pengkajian MPR RI Serap Aspirasi Ekonomi Kreatif Karimunjawa
Indonesia sendiri dijadwalkan kembali menjadi tuan rumah The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 2026. Forum internasional tersebut ditargetkan menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy sekaligus mendorong agenda ekonomi kreatif menjadi bagian penting pembangunan global setelah berakhirnya agenda SDG 2030.
WCCE juga akan menjadi ruang diplomasi dan kolaborasi internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah, pelaku bisnis hingga ekosistem kreatif.

Baca juga : PANDI Dan Kemenekraf Bidik Potensi Besar IP Indonesia Di Dunia Digital
Sementara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar mengatakan, WCCE 2026 akan menggunakan pendekatan heksaheliks serta strategi desentralisasi lokasi. Dengan pendekatan tersebut, para delegasi internasional diharapkan dapat melihat secara langsung dinamika ekosistem kreatif Indonesia.
“WCCE ini adalah untuk membawa resolusi ini ke United Nations, selain itu, ini menjadi ajang di mana stakeholders akan berkumpul bersama dari government hingga bisnis. Terlebih lagi WCCE bukan hanya ada plenary meeting tapi juga ada G2G meeting,” jelas Irene.

Baca juga : MPR Bahas Pentingnya UU Pengendalian Perubahan Iklim
Dukungan terhadap penguatan ekonomi kreatif juga datang dari kalangan media. Hal ini tergambar dalam diskusi yang berkembang. Forum FRAME berlangsung dalam suasana dialog dan pertukaran gagasan antara Pemerintah dan para pimpinan media. Sejumlah pejabat Eselon I dan Eselon II Kementerian Ekonomi Kreatif turut mendampingi pelaksanaan forum tersebut.
Melalui FRAME, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap, komunikasi dengan media dapat semakin kuat, sehingga agenda pengembangan ekonomi kreatif dapat dipahami secara lebih utuh dan dikomunikasikan kepada masyarakat secara lebih luas. Penguatan ekosistem kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, penciptaan lapangan kerja generasi muda, hingga perluasan peran Indonesia dalam ekonomi kreatif global menjadi bagian dari agenda yang terus didorong Pemerintah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya