Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lestari: Bangun Kesiapsiagaan Nasional Menyeluruh Hadapi Potensi Ancaman Bencana
Rabu, 26 Agustus 2026 22:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bencana alam di tanah air harus menjadi momentum bagi bangsa untuk mengevaluasi dan membangun kesiapsiagaan nasional, mulai dari sistem pendidikan, infrastruktur, hingga literasi kebencanaan.
"Indonesia adalah kawasan rawan bencana. Upaya membangun kesiapsiagaan nasional dengan sistem pendidikan dan infrastruktur yang adaptif, serta penguatan literasi masyarakat terkait kebencanaan harus segera diwujudkan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam sambutan tertulisnya pada diskusi daring bertema Meningkatnya Aktivitas Gempa Bumi Agustus 2026: Kesiapsiagaan Nasional dan Risiko Sistemik di Kawasan Padat Penduduk yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (26/8/2026).
Diskusi yang dimoderatori Tantri Moerdopo (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu, menghadirkan Agus Riyanto (Direktur Penanganan Darurat Wilayah I, Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB), Dr. Wijayanto (Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika/BMKG), dan Dr. Nuraini Rahma Hanifa (Peneliti Senior Bidang Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN) sebagai narasumber.
Baca juga : Lestari Dorong Perkuat Sistem Pembelajaran Adaptif Hadapi Ancaman Bencana
Selain itu, hadir Prof. Dr. Erma Yulihastin (Peneliti Ahli Utama, Badan Riset dan Inovasi Nasional /BRIN) dan Marianus Marselus (Wartawan Media Indonesia di Nusa Tenggara Timur) sebagai penanggap.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, sejumlah langkah antisipatif harus segera direalisasikan, mengingat pontensi ancaman bencana terhadap masyarakat meningkat.
Data terkini mencatat, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akhir tahun lalu, menelan 1.167 jiwa, ratusan korban hilang, dan ratusan ribu warga mengungsi.
Baca juga : Bangun Langkah Strategis Dorong Digitalisasi Naskah Genjot Minat Baca
Sementara itu, gempa bumi M 7,7 di Flores, NTT, mengakibatkan 103 orang meninggal, 986 luka-luka, dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi.
Belum lagi, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera, saat ini, yang memicu lonjakan kasus ISPA hingga 25–30 persen di kalangan masyarakat dan anak sekolah.
Menurut Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu, pemerintah daerah di kawasan rawan bencana harus didorong untuk memprioritaskan mitigasi bencana, termasuk penertiban tata ruang, dan audit konstruksi bangunan tahan gempa.
Baca juga : Ancaman Iklim Mengintai Anak Indonesia, Saatnya Bertindak Nyata
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan bahwa ketahanan nasional bermula dari kesiapsiagaan di level masyarakat terkecil seperti rumah tangga dan komunitas.
"Kesiapan para pemangku kepentingan dan literasi masyarakat yang baik terkait bencana diharapkan mampu meredam potensi ancaman bencana yang kerap terjadi di tanah air," pungkas Rerie.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya