Dark/Light Mode

Sorong Selatan Diperkenalkan Lewat Ekowisata, Budaya, Dan Gastronomi

Sabtu, 3 Oktober 2026 08:29 WIB
Sorong Selatan, Papua Barat Daya, diperkenalkan kepada masyarakat Jakarta melalui program Jelajah Kemolekan Sorong Selatan: Ekowisata, Kebudayaan, dan Gastronomi Kepala Burung Papua. Foto: KI
Sorong Selatan, Papua Barat Daya, diperkenalkan kepada masyarakat Jakarta melalui program Jelajah Kemolekan Sorong Selatan: Ekowisata, Kebudayaan, dan Gastronomi Kepala Burung Papua. Foto: KI

RM.id  Rakyat Merdeka - Sorong Selatan, Papua Barat Daya, diperkenalkan kepada masyarakat Jakarta melalui program “Jelajah Kemolekan Sorong Selatan: Ekowisata, Kebudayaan, dan Gastronomi Kepala Burung Papua”.

Program kolaborasi Konservasi Indonesia (KI), National Geographic Indonesia, dan Legenda Khatulistiwa itu mengangkat potensi tiga kampung di Kabupaten Sorong Selatan, yakni Klaogin, Konda, dan Bariat, yang tengah mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat.

Pembukaan kegiatan digelar di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, dan dihadiri Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan, Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata, Eni Komiarti.

Baca juga : Tanam Pohon di Dusun Bambu, Menteri Jumhur Minta Izin Ekowisata Dipermudah

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung adalah demonstrasi pembuatan papeda oleh dua mama dari Sorong Selatan, Lidia Sawor dan Orpa Sawen.

Mereka mengolah sagu hingga menjadi papeda yang bening dan kenyal. Bagi masyarakat di wilayah Kepala Burung Papua, papeda merupakan bagian dari makanan sehari-hari.

Melalui kuliner lokal tersebut, pengunjung diajak mengenal kehidupan masyarakat Sorong Selatan sekaligus kekayaan alam dan budaya yang mereka miliki.

Baca juga : Rendez-vous Rasa Satukan 160 Resto dari 40 Kota dan Chef Michelin

Senior Vice President and Executive Chair Konservasi Indonesia, Meizani Irmadhiany mengatakan, Sorong Selatan memiliki kekayaan alam yang besar, termasuk hutan rawa gambut tropis yang menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna.

“KI bangga dan haru berdiri di tanah Sorong Selatan yang dianugerahi kekayaan alam luar biasa, menyimpan hutan rawa gambut tropis yang menjadi rumah bagi 416 spesies tumbuhan dan 372 spesies satwa,” kata Meizani, dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Menurut dia, hutan bagi masyarakat Sorong Selatan bukan hanya kawasan ekologis. Hutan menjadi sumber pangan, tempat masyarakat membaca tanda-tanda musim, sekaligus ruang untuk menjaga dan mewariskan cerita leluhur.

Baca juga : Dukung Pelestarian Lingkungan Eiger Adventure Land Angkat 6 Ton Sampah di Puncak

Karena itu, kata Meizani, pengembangan ekowisata harus menempatkan masyarakat adat sebagai bagian utama dalam pengelolaan kawasan.

“Berperan penting sebagai paru-paru ekologis, dari sinilah ekowisata yang kami dorong bermula. Masyarakat adat bukan sekadar pelengkap wisata, melainkan pemangku kearifan lokal sekaligus penjaga utama benteng hijau mereka,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.