Dark/Light Mode

Cuku Nyinyi Dorong Konservasi Mangrove, Tekan Emisi & Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 19 November 2025 13:30 WIB
Program konservasi mangrove di Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi, Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Lampung sukses membuka peluang ekonomi bagi warga setempat. (Foto: dok. MIND ID)
Program konservasi mangrove di Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi, Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Lampung sukses membuka peluang ekonomi bagi warga setempat. (Foto: dok. MIND ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Industri Pertambangan MIND ID konsisten menjalankan praktik bisnis berkelanjutan, yang ditujukan untuk menjaga keseimbangan alam, sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon menuju target nasional net zero emission.

Salah satu kontribusi tersebut terlihat melalui program konservasi mangrove di Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi, Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Program kolaborasi antara masyarakat dan PT Bukit Asam Tbk telah berhasil menanam sekitar 30.000 bibit mangrove, yang diperkirakan mampu menyerap hingga 370.000 kg karbon per tahun. Kawasan seluas 10 hektare ini menjadi lokasi prioritas konservasi khususnya untuk spesies Rhizopora stylosa.

Konservasi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga. Berkembangnya Cuku Nyinyi sebagai destinasi ekowisata membuat masyarakat mulai memperoleh pendapatan baru dari layanan wisata. Seperti penyewaan perahu, kuliner lokal, serta pengelolaan fasilitas rekreasi. 

Aktivitas ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga pesisir, yang sebelumnya sangat bergantung pada hasil laut.

Baca juga : UI Dorong Hilirisasi Riset untuk Penguatan Ekonomi Nasional

Ketua Pengelola Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi, Andi Sofiyan menjelaskan, program konservasi yang dimulai sejak 2018 ini lahir dari keprihatinan terhadap degradasi pesisir. Kolaborasi dengan PTBA berhasil mengubah lahan kritis menjadi kawasan produktif yang memberi manfaat ekologis dan ekonomi.

“Berkat kolaborasi yang solid dengan PT Bukit Asam Tbk, kami berhasil menjadikannya pusat konservasi yang bukan hanya menyerap karbon, tetapi juga melindungi pemukiman warga dari abrasi,” ujarnya.

Selain melindungi pesisir, keberadaan mangrove yang sehat juga memperbaiki ekosistem perikanan. 

Kawasan Cuku Nyinyi kini menjadi nursery ground bagi berbagai biota laut, yang berdampak terhadap meningkatnya produktivitas perikanan lokal, sebagai salah satu mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Untuk menjaga keberlanjutan program, masyarakat membangun unit pembibitan mangrove mandiri yang tidak hanya memasok kebutuhan lokal, tetapi juga memenuhi permintaan bibit dari daerah lain. 

Baca juga : Bos Astra Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Desa Berkelanjutan

Keuntungan dari pembibitan dialokasikan kembali untuk operasional konservasi, menciptakan model usaha yang mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat. 

“Kami membuktikan bahwa konservasi mangrove bukan hanya menanam pohon, melainkan investasi jangka panjang untuk ketahanan iklim, ekosistem pesisir, sekaligus masa depan ekonomi masyarakat,” tambah Andi.

Selaras Strategi Nasional

Upaya yang didukung PTBA sebagai bagian dari MIND ID ini sejalan dengan strategi nasional dalam rehabilitasi mangrove Pemerintah. 

Direktur Rehabilitasi Mangrove, Ditjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi menjelaskan, Indonesia telah merehabilitasi lebih dari 165 ribu hektare kawasan mangrove. 

Total luas ekosistem mangrove Indonesia saat ini mencapai 3,44 juta hektare, atau sekitar 23 persen dari total global.

Baca juga : AgenBRILink Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

“Upaya ini bukan hanya untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga bagian dari strategi nasional menuju FOLU Net Sink 2030,” ujar Ristianto.

Menurutnya, inisiatif kolaborasi - termasuk kerja sama internasional - akan memperkuat pengelolaan mangrove dan pengembangan blue carbon sebagai bagian dari komitmen iklim global.

Upaya konservasi di Cuku Nyinyi menjadi contoh konkret bagaimana sinergi triple helix yang didukung oleh anggota MIND ID dapat menciptakan solusi yang berdampak positif bagi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.