Dark/Light Mode

Saksikan Penyerahan Rp 13,2 T, Prabowo Ngaku Berkali-kali Disogok

Selasa, 6 Oktober 2026 19:16 WIB
Foto: Puspenkum Kejagung.
Foto: Puspenkum Kejagung.

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengaku berkali-kali mendapat upaya penyogokan selama dua tahun memimpin Indonesia.

Pengakuan itu disampaikan saat ia menyaksikan penyerahan uang Rp 13,2 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan Kejaksaan kepada kas negara di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Pada kesempatan itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satgas PKH yang telah bekerja mengembalikan aset negara.

Ia juga mengaku mengetahui adanya ancaman yang dihadapi anggota Satgas PKH saat menjalankan tugas, termasuk ancaman yang ditujukan kepada keluarga mereka.

“Dan saya menghargai Saudara-saudara tidak mundur, tidak gentar, tidak menyerah,” ucap Prabowo.

Baca juga : 2 Tahun Prabowo, Negara Terima Rp 52 Triliun dari Satgas PKH dan Kejaksaan

Prabowo juga mempersilakan jajaran Satgas PKH maupun pejabat pemerintah yang tidak ingin terus berada di jalan yang benar untuk keluar.

Bahkan, ia mempersilakan mereka bergabung dengan pihak-pihak yang menurutnya menjarah kekayaan negara.

Namun, Prabowo menyatakan akan berterima kasih kepada pihak yang tetap bertahan dan berjuang. Ia juga meyakinkan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang.

Menurut Prabowo, kondisi negara memang belum baik-baik saja. Selama puluhan tahun, kata dia, banyak institusi telah dirusak.

Bahkan, ia menyebut banyak menteri hingga direktur jenderal (dirjen) yang pernah menjadi sasaran upaya penyogokan.

Baca juga : Disaksikan Prabowo, Satgas PKH Serahkan Rp 13,2 Triliun ke Negara

“Jangankan menteri, dirjen, saya mau disogok. Dalam dua tahun ini, berkali-kali saya mau disogok,” tutur Prabowo.

Prabowo mengatakan, selama masa kepemimpinannya, ia berupaya memperbaiki kondisi tersebut dengan pendekatan persuasif, di antaranya melalui pembicaraan serta dakwah tentang kebenaran dan kebangsaan.

Ia menilai, Indonesia merupakan negara yang kaya dan luas. Selama dibentuk pada Januari 2026, Satgas PKH telah bekerja menembus kawasan hutan yang lebat.

Sebagai mantan prajurit, Prabowo mengaku memahami kesulitan yang dihadapi Satgas PKH dalam menjalankan tugas di kawasan hutan, rawa, hingga pegunungan.

Sementara itu, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin yang juga Wakil Ketua Pengarah I Satgas PKH menyerahkan uang Rp 13,2 triliun kepada negara melalui Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Baca juga : Jelang Penyerahan Rp 13,2 Triliun, Jaksa Agung dan Raffi Ahmad Bercengkerama

Uang tersebut terdiri dari hasil penagihan denda administratif di bidang kehutanan sebesar Rp 3,47 triliun, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas penanganan perkara tindak pidana khusus sebesar Rp 1,53 triliun, serta penerimaan pajak dari wajib pajak sebagai tindak lanjut Satgas PKH sebesar Rp 8,22 triliun.

Selain penerimaan uang, Satgas PKH juga telah menguasai kembali kawasan hutan pada sektor perkebunan seluas 6.206.212,14 hektare dan sektor pertambangan seluas 14.633,79 hektare.

Satgas PKH kemudian kembali menyerahkan kawasan hutan tahap VIII seluas 259.230,73 hektare kepada Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Dari jumlah tersebut, lahan seluas 140.762,02 hektare diserahkan kepada Kemenhut untuk dikelola oleh Agrinas Palma Nusantara.

Lahan seluas 118.256,74 hektare diserahkan untuk dilakukan reforestasi, sedangkan 211,95 hektare lainnya diserahkan kepada Kemenhut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.