Dark/Light Mode

Cak Imin Puji Hanan Attaki Rangkul Gen Z lewat Dakwah dan Pendidikan

Rabu, 7 Oktober 2026 22:04 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memuji konsistensi pendakwah Hanan Attaki dalam menyampaikan nilai-nilai religi kepada generasi Z (Gen Z).

Menurutnya, pendekatan dakwah yang ramah dan dekat dengan anak muda membuat pesan agama lebih mudah diterima.

Hal itu disampaikan Cak Imin saat mengunjungi Kampung Hijrah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia juga mengapresiasi pengembangan Pesan Trend, lembaga pendidikan yang memadukan pendidikan agama dengan keterampilan hidup sebagai bekal kemandirian para santri.

“Ustadz Hanan Attaki mampu mengembangkan model dakwah yang ramah bagi anak muda. Tidak pernah menghakimi, pesan agama disampaikan sesuai zaman sehingga mudah dipahami dan dimengerti bahkan oleh mereka yang awam,” ujar Cak Imin.

Baca juga : KPU: Dokumen Penyetaraan Pendidikan Gibran Sah Saat Verifikasi Pilpres 2024

Ketua Umum DPP PKB itu mengatakan, sosok pendakwah seperti Hanan Attaki dibutuhkan agar pesan-pesan Islam dapat diterima lebih luas.

Menurutnya, masih banyak ruang dan kelompok masyarakat yang perlu disentuh para aktivis muslim agar nilai-nilai Islam tidak berhenti pada ritual semata.

“Banyak pesan Islam yang mengajarkan keberanian, kemandirian, hingga kreativitas dalam mencari solusi atas berbagai masalah kehidupan agar kita berdaya. Terkadang pesan-pesan ini kalah dengan seruan ritual semata,” tuturnya.

Cak Imin juga menegaskan pentingnya menyatukan berbagai potensi umat Islam dari beragam kalangan.

Baca juga : Kemendikdasmen Perkuat Transparansi Layanan Pendidikan Cegah Korupsi

Menurutnya, model dan pendekatan dakwah perlu terus dikembangkan sehingga dapat mendorong kemandirian umat Islam di Indonesia.

“Ustadz Hanan Attaki mampu membuktikan dengan model dakwah yang tepat banyak anak muda bisa hijrah dan hidup dalam lembaran baru yang lebih baik,” ucapnya.

Pendidikan Agama dan Keterampilan Hidup Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin memuji pengembangan Pesan Trend yang memadukan kurikulum nasional, pendidikan Al-Qur'an, permakultur, dan pembelajaran berbasis keterampilan hidup.

Para santri tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat dalam kegiatan pertanian, peternakan, pengolahan limbah, pengembangan kopi, produk santri, hingga wisata edukasi. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis potensi lokal.

Baca juga : Darmizal Apresiasi Putusan MK Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran

“Yang penting dalam pemberdayaan adalah bagaimana anak-anak ini tidak hanya disiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang dan mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya,” katanya.

Cicit pendiri NU KH Bisri Syansuri itu menekankan, lembaga pendidikan seperti pesantren memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, lembaga pendidikan yang telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka tersebut dapat membekali santri dengan karakter, keterampilan, serta kemampuan mengembangkan potensi untuk mencapai kemandirian.

“Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar. Pesantren bisa menjadi ruang untuk membangun manusia yang punya karakter, keterampilan, kemampuan melihat peluang, dan pada akhirnya mampu mandiri,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.