Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemendikdasmen Perkuat Transparansi Layanan Pendidikan Cegah Korupsi
Rabu, 7 Oktober 2026 13:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pembenahan sistem dan transparansi layanan publik sebagai bagian dari upaya membangun budaya integritas serta mencegah korupsi di sektor pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan menyusul penyampaian hasil Indeks Integritas Pendidikan 2026 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan hal itu saat peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Nasional di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Ia mengapresiasi kolaborasi KPK serta hasil Indeks Integritas Pendidikan 2026 yang menjadi salah satu masukan untuk memperbaiki kebijakan layanan pendidikan.
Abdul Mu’ti menegaskan, penguatan integritas pendidikan dilakukan melalui sejumlah kebijakan strategis yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun bangsa yang jujur, berperilaku baik, serta memiliki budaya yang bersih dari korupsi.
“Pendidikan bukan sekadar proses administratif yang hanya untuk mengukur capaian akademik, tetapi juga proses untuk membangun karakter dan budaya bangsa. Salah satu karakter yang terus kita bangun adalah sikap kejujuran dan integritas,” ungkap Abdul Mu’ti.
Baca juga : Revitalisasi 401 Sekolah di Bali Dongkrak Mutu Pendidikan dan Ekonomi
Untuk mendukung hal tersebut, Kemendikdasmen terus memperkuat sistem layanan publik agar semakin terbuka, akuntabel, dan mampu mencegah praktik penyimpangan.
Dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), misalnya, Kemendikdasmen terus menyempurnakan sistem melalui kebijakan yang mengedepankan prinsip inklusif dan berkeadilan.
Kemendikdasmen juga memperkuat layanan pengaduan masyarakat melalui Unit Layanan Terpadu (ULT).
Masyarakat diberikan akses untuk menyampaikan laporan dan aspirasi melalui berbagai saluran yang tersedia, termasuk kanal komunikasi langsung dengan pihak kementerian.
“Penguatan integritas juga kami lakukan melalui Pembelajaran Mendalam. Dengan pendekatan tersebut, kami tidak hanya mengarahkan murid untuk meningkatkan kemampuan akademik, namun juga memperkuat pendidikan karakter yang melibatkan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media,” ujarnya.
Upaya pembentukan karakter juga diperkuat melalui Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta berbagai program lainnya.
Baca juga : Perguruan Tinggi & Sekolah Harus Satu Ekosistem untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
Penguatan transparansi dan akuntabilitas juga dilakukan dalam penyaluran dana pendidikan yang terus disempurnakan melalui sistem yang semakin terbuka, akuntabel, dan berbasis digital.
Pada program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen melakukan penyederhanaan proses sekaligus memperkuat akuntabilitas agar pembangunan sekolah dapat menghasilkan kualitas pekerjaan yang lebih baik.
Pelaksanaannya dilakukan dengan skema swakelola, yang diharapkan sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah.
Di sektor Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Abdul Mu’ti juga mendorong seluruh pihak membangun budaya kejujuran dalam penyampaian data.
Menurutnya, akurasi data berpengaruh terhadap penentuan arah kebijakan dan program agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Berbagai langkah yang telah kami lakukan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun tata kelola pendidikan yang semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas. Dengan semangat tersebut, kami ingin layanan pendidikan dapat menjadi cerminan pembangunan budaya integritas dan pencegahan korupsi,” tutur Abdul Mu’ti.
Baca juga : Komisi X DPR Usulkan Kebijakan Pendidikan Gratis Berkeadilan
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menekankan bahwa masa depan Indonesia dapat dibangun dari aktivitas di ruang kelas.
Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat ilmu diajarkan, tetapi juga tempat karakter murid dibentuk dan masa depan bangsa dimulai.
Kepada seluruh peserta acara, Setyo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari ruang belajar.
Penindakan korupsi tetap penting, namun pencegahan melalui pembangunan karakter menjadi bagian utama dalam menentukan masa depan bangsa.
“Sekolah boleh melahirkan orang cerdas, kampus boleh melahirkan ahli. Tetapi hanya pendidikan yang berintegritas yang dapat melahirkan pemimpin yang dapat dipercaya,” tutup Setyo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya