Dark/Light Mode

Karhutla Kembali Membara, Malaysia Ngomel-ngomel

Jumat, 9 Oktober 2026 07:40 WIB
Foto udara asap membumbung tinggi dari hutan yang terbakar di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Pangkalan Lampan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (6/10/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr)
Foto udara asap membumbung tinggi dari hutan yang terbakar di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Pangkalan Lampan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (6/10/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membara di sejumlah wilayah Indonesia. Asapnya pun mulai menyeberang ke negara tetangga. Malaysia yang ikut ketiban asap, mulai ngomel-ngomel.

Data menunjukkan karhutla kembali menguat pada 6-7 Oktober 2026. Lima provinsi mengalami peningkatan titik panas atau hotspot.

Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot melonjak dari 71 titik menjadi 224 titik pada Rabu (7/10/2026). Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Hotspot meningkat dari 182 menjadi 225 titik dalam sehari. Kalteng bahkan menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi secara nasional.

Di Kalimantan Barat, titik panas naik dari 34 menjadi 47 titik. Sedangkan di Kalimantan Selatan meningkat dari 18 menjadi 31 titik.

Sementara di Jambi, jumlah hotspot justru turun dari 21 menjadi 16 titik.

Satgas menemukan dua lokasi terbakar di Kabupaten Batang Hari dengan luas mencapai 2,5 hektare. Kebakaran ditemukan di Desa Sungai Pulai, Kecamatan Muara Tembesi, dan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bajubang.

Baca juga : Bukan Resident Evil, PLTN Kalinin Bikin Happy Udomlya

Dampaknya, asap karhutla mulai terasa hingga negara tetangga. Di Singapura, kualitas udara di lima wilayah masuk kategori tidak sehat pada Kamis (8/10/2026). Indeks Standar Pencemar Udara (PSI) sempat menyentuh angka 160 di wilayah barat pada pukul 10.00 waktu setempat.

Malaysia juga merasakan dampaknya. Pemangku Sultan Negeri Johor, Tuanku Mahkota Ismail, memerintahkan sekolah di Johor libur selama dua hari, 8-9 Oktober.

Namun, Departemen Pendidikan Johor memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung dari rumah.

Bagi sekolah berasrama, izin kepulangan siswa ditentukan kepala sekolah berdasarkan penilaian risiko terkini, dengan tetap mempertimbangkan keselamatan dan kesejahteraan siswa. Atas pertimbangan Menteri Pendidikan Malaysia, guru dan staf sekolah juga diperbolehkan bekerja dari rumah selama masa penutupan sekolah.

Gerah dengan kondisi kabut asap, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengaku telah menghubungi Presiden Prabowo Subianto. Komunikasi tersebut membahas persoalan kabut asap akibat karhutla di Kalimantan dan sejumlah wilayah Indonesia lainnya.

“Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ungkap Anwar di Malaysia, Kamis (8/10/2026).

Baca juga : Siapkan Pemanggilan Ulang, Ketua KPK Minta Nusron Penuhi Panggilan Kedua

Anwar mengatakan, Menteri Luar Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia juga telah menghubungi Menteri Lingkungan Hidup Indonesia untuk membahas penanganan karhutla dan kabut asap.

“Kita menyatakan sejak beberapa minggu lalu, kesediaan kita memberikan apa pun kerja sama. Dan saya tahu ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat,” tegas politisi berusia 79 tahun itu.

Malaysia juga meningkatkan kegiatan pembenihan awan untuk membantu mengatasi kabut asap. Menteri Luar Negeri Malaysia bahkan telah menghubungi Sekretariat ASEAN agar kembali menggelar pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup ASEAN yang secara khusus membahas penanganan kabut asap.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia berharap pembahasan teknis dengan Indonesia mengenai operasi penanganan karhutla segera diselesaikan. Langkah itu diperlukan agar Malaysia dapat mengirimkan bantuan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap lintas batas.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan, Presiden Prabowo telah menyetujui tawaran bantuan dari Malaysia. Namun, kedua negara masih membahas mekanisme operasi, termasuk lokasi pelaksanaan dan penempatan tim Malaysia.

“Saya berharap perundingan mengenai operasi ini, termasuk bagaimana dan di mana tim dari Malaysia dapat membantu, bisa segera diselesaikan,” kata Mohamad seperti dikutip Harian Metro, Rabu (7/10/2026).

Baca juga : 620 Anak & Remaja Terpapar Ekstremisme Di Ruang Digital

Mohamad mengatakan, kondisi kabut asap di Malaysia mulai berkurang. Namun, sebelumnya kualitas udara sempat berada pada tingkat mengkhawatirkan. “Keadaan kabut asap di negara kita sudah sangat parah. Sudah melewati kategori tidak sehat dan hampir masuk indeks berbahaya,” sesalnya.

Karena itu, Malaysia berharap persoalan teknis dengan Indonesia segera dituntaskan. Dengan demikian, tim Malaysia dapat segera dikirim untuk membantu Indonesia menangani karhutla, terutama di Kalimantan.

“Saya berharap permasalahan operasional antara kedua negara dapat segera diselesaikan dan diputuskan, sehingga kami dapat mengirimkan (tim) untuk membantu rekan-rekan di Indonesia memperbaiki kebakaran,” tutur Mohamad. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.