Dark/Light Mode

Kepala KSP Sigit Pastikan Pemerintah Maksimal Tangani Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 10:56 WIB
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok. Ist)
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok. Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Personel TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, hingga masyarakat dilibatkan dalam upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran.

Sigit mengatakan, Presiden telah memerintahkan seluruh unsur terkait untuk bekerja sama menyelesaikan persoalan karhutla. Pemerintah juga terus memantau kondisi di lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Kami kan sedang melaksanakan berbagai macam pantauan. Yang jelas ini menjadi kajian untuk mengambil langkah yang terbaik. Tapi, yang jelas Presiden telah memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggala Agni, masyarakat, semua untuk bersama-sama menyelesaikan dan melakukan langkah-langkah yang terbaik untuk penyelesaian karhutla,” kata Sigit kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Minggu (11/10/2026).

Baca juga : Jenderal Sigit Siap Kawal Program Prioritas Prabowo

Menurut Sigit, penanganan karhutla dilakukan melalui satuan tugas (satgas) darat dan udara. Selain pemadaman, pemerintah memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta mendorong perbaikan regulasi untuk mencegah kebakaran berulang.

“Lengkap. Mulai dari Satgas udara, Satgas darat, kemudian juga upaya-upaya untuk terus memberikan sosialisasi, edukasi, perbaikan regulasi, semuanya sedang didorong,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan langkah penguatan kelembagaan untuk meningkatkan upaya pencegahan karhutla, khususnya di kawasan gambut.

Baca juga : Sertijab KSP, Jenderal Sigit Siap Kawal Program Presiden

“Termasuk bagaimana mempersiapkan Badan Restorasi Gambut untuk menjadi badan yang lebih fleksibel untuk ke depan menghadapi dan mencegah agar karhutla betul-betul bisa diminimalkan,” sambung Sigit.

Sementara itu, asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih ditemukan di sejumlah wilayah, salah satunya Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk membantu penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama sebulan ke depan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, operasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemadaman karhutla. BNPB bersama jajaran terkait akan terus bekerja selama periode tersebut.

Baca juga : KSP Tidak Pernah Memulai Dari Nol

“Selama sebulan ke depan, BNPB beserta seluruh jajaran terkait akan terus bekerja keras melakukan dukungan pemadaman termasuk Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Suharyanto dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan mulai turun paling cepat pada minggu ketiga Oktober dan paling lambat pada minggu ketiga November. Operasi modifikasi cuaca diharapkan membantu penanganan karhutla sambil menunggu hujan turun di wilayah terdampak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.