Dark/Light Mode

Dunia Berlomba Mencerdaskan Mesin, Indonesia Siapkan Generasi Juara

Akademisi UI Apresiasi Terobosan Kemenpora

Selasa, 13 Oktober 2026 22:45 WIB
Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS (kanan), akademisi Program Vokasi Universitas Indonesia, yang hadir sebagai pembicara dalam Global Digital Forum II 2026 di Moskow, Rusia. [Foto: Dok]
Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS (kanan), akademisi Program Vokasi Universitas Indonesia, yang hadir sebagai pembicara dalam Global Digital Forum II 2026 di Moskow, Rusia. [Foto: Dok]

 Sebelumnya 
Dalam olahraga, prinsipnya serupa. "Ketika pengalaman pelatih dipadukan dengan sport science, kita tidak sedang menggantikan intuisi manusia dengan mesin. Kita sedang memperkuat keputusan manusia dengan pengetahuan yang lebih lengkap,” jelasnya.

Devie menilai, pendekatan tersebut penting karena kompetisi olahraga modern ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berhubungan. Performa atlet tidak hanya bergantung pada keterampilan teknik, tetapi juga pemulihan fisik, pengaturan beban latihan, kesiapan psikologis, strategi pertandingan, dan pencegahan cedera.

“Indonesia sudah memiliki tradisi juara yang luar biasa dalam bulu tangkis, yang membanggakan hari ini ialah ketika tradisi itu, semakin diperkuat dengan upaya membangun sistem berbasis ilmu pengetahuan. Bukan hanya mengandalkan bakat, tetapi merawatnya dengan riset; bukan hanya mengejar medali, tetapi membangun regenerasi,” ujar Devie.

Dari Global Digital Forum: Indonesia Memiliki Pelajaran tentang Teknologi yang Memanusiakan

Baca juga : Akademisi UI Apresiasi Fondasi Baru Pembangunan Indonesia

Dalam Global Digital Forum II, Devie mengangkat pentingnya pergeseran dari sekadar ketersediaan teknologi menuju kemampuan masyarakat menggunakan teknologi secara mandiri dan bermakna.

Menurutnya, kecerdasan artifisial harus dipahami sebagai sarana untuk memperkuat kapasitas manusia, bukan tujuan akhir pembangunan. Prinsip tersebut memiliki relevansi langsung dengan pengembangan kepemudaan dan olahraga.

Dalam pembinaan atlet, teknologi dapat membantu menganalisis pola pertandingan, memantau kondisi fisik, dan menyusun evaluasi performa. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan keberanian menghadapi tekanan, semangat berlatih, kemampuan bekerja sama, dan keteguhan untuk bangkit setelah mengalami kekalahan.

“AI dapat membantu membaca data pertandingan, tetapi tidak dapat menggantikan keberanian atlet ketika menghadapi tekanan. Teknologi dapat menghitung beban latihan, tetapi tidak dapat menggantikan ketekunan. Kecanggihan memperkuat persiapan, tetapi karakter menentukan perjuangan,” ujar Devie.

Baca juga : Terobosan BSSN Diangkat di Forum Dunia

Dia menilai, bahwa kebijakan Kemenpora dan transformasi PBSI Pusat menunjukkan bagaimana pembangunan manusia dapat memperoleh manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

“Ketika kita berbicara tentang masa depan AI di forum internasional, Indonesia memiliki alasan untuk optimistis. Kita memiliki generasi muda yang kreatif, tradisi olahraga yang kuat, serta upaya kelembagaan yang semakin menghubungkan data, sains, dan pengembangan manusia,” jelas Devie.

Peneliti kajian digital ini berharap pengalaman Indonesia terus menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan global, termasuk mengenai pemanfaatan teknologi untuk pendidikan, olahraga, dan pengembangan generasi muda.

Devie juga menyoroti kekuatan olahraga sebagai instrumen diplomasi dan pembentukan reputasi bangsa. “Diplomasi tidak selalu berlangsung melalui pidato dan perundingan. Kadang-kadang, pesan paling kuat tentang sebuah bangsa justru disampaikan oleh atlet yang berjuang di lapangan, kemudian membuat seluruh dunia berdiri menyaksikan benderanya dikibarkan,” ujarnya.

Baca juga : Terobosan Kemendikdasmen Diangkat Di Forum Digital Dunia

Dalam konteks tersebut, keberhasilan Indonesia pada Asian Games 2026 menjadi sumber kebanggaan sekaligus pengingat bahwa prestasi internasional membutuhkan pembinaan yang terus diperkuat.

“Dunia boleh berlomba menciptakan mesin yang semakin cerdas, tapi Indonesia harus terus melahirkan manusia yang semakin berkualitas. Maka ketika sains menguatkan latihan, teknologi mempertajam keputusan, pengalaman menuntun perjuangan, lalu karakterlah yang melahirkan kemenangan,” tutup Devie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.