Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sinergi Pemerintah Dan Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi BBM Di Bali
Senin, 19 Oktober 2026 21:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali mulai pulih setelah Pertamina menambah armada kapal pengangkut dari Jawa. Jumlah kapal ditingkatkan dari tiga menjadi tujuh unit untuk mempercepat distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan mengurai antrean masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, stok BBM di Bali kini aman untuk 15 hari. Capaian tersebut meningkat dari kondisi sebelumnya yang berada pada kisaran 11 hari.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di Bali sudah bisa teratasi. Tadi saya minta Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari, dan sore ini sudah tercapai. Jadi stok kita di Bali aman 15 hari,” ujar Bahlil saat mengunjungi Fuel Terminal Sanggaran, Bali, Senin (19/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk memantau pemulihan pasokan dan distribusi BBM.
Selain menambah armada kapal, Pertamina mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran. Penguatan ini dilakukan untuk memperlancar penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM ke berbagai wilayah di Bali.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, kelancaran distribusi energi menjadi prioritas perusahaan karena berpengaruh langsung terhadap mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Baca juga : PHM Buka Akses Pasar Global bagi UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
“Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya. Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik,” kata Simon.
Ia menambahkan, Pertamina terus mengevaluasi rantai pasok, mulai dari pengadaan dan pengangkutan hingga penyimpanan serta penyaluran BBM. Koordinasi antare ntitas Pertamina Group juga diperkuat untuk menjaga pasokan energi tetap terjaga.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi langkah Pertamina dan koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat dalam mempercepat pemulihan distribusi BBM.
Menurut Koster, kondisi pelayanan di SPBU mulai membaik sejak akhir pekan. Antrean kendaraan juga berkurang dibandingkan sebelumnya.
“Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi,” ujar Koster.
Ia menjelaskan, sejumlah kebijakan turut membantu mengurai antrean, termasuk penerapan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, serta pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap.
Baca juga : Pertamina NRE dan TNI AL Kaji Pengembangan PLTS di Wilayah Kodaeral III
Kebijakan ganjil-genap diperpanjang hingga 23 Oktober 2026. Namun, pelaksanaannya dapat dievaluasi lebih awal sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami di daerah akan membantu pelaksanaan tugas Pertamina di lapangan,” tambah Koster.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, perusahaan terus memperkuat pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut termasuk mendatangkan kargo Pertamax dan menjadwalkan tambahan pengiriman.
“Tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan,” ujar Ega.
Distribusi BBM Nasional Terus Diperkuat
Di luar Bali, Pertamina juga memperkuat distribusi BBM di berbagai wilayah Indonesia dengan menyesuaikan pola pengangkutan terhadap kondisi geografis dan tantangan logistik.
Di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, pendangkalan sungai akibat kondisi cuaca memengaruhi akses kapal pengangkut BBM berukuran besar. Untuk mengantisipasi hambatan tersebut, Pertamina menyesuaikan pola distribusi, termasuk mengoptimalkan jalur darat sebagai alternatif pengangkutan.
Baca juga : Antrean BBM, Alarm Ketahanan Energi di Tengah Disparitas Harga dan Krisis Global
Bahlil menegaskan, ketahanan stok BBM secara nasional masih terjaga. Cadangan Pertalite berada pada kisaran 16–18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya tersedia untuk lebih dari 20 hari.
“Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” tegasnya.
Simon turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kodam Udayana, Polda Bali, dan berbagai pihak lainnya. Dukungan tersebut membantu pengaturan pelayanan SPBU, penguraian antrean, serta kelancaran operasional distribusi BBM.
Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat selama proses pemulihan layanan.
“Terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh masyarakat Bali. Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan energi kepada masyarakat semakin baik,” ujar Simon.
Pertamina memastikan pemantauan kebutuhan energi akan terus dilakukan. Optimalisasi infrastruktur, penambahan armada, dan koordinasi dengan pemerintah diharapkan menjaga kelancaran distribusi BBM serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya