Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Dua Tahun Prabowo, PPG Guru Madrasah Naik Jadi 206 Ribu Peserta
Kamis, 22 Oktober 2026 21:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat dukungan terhadap guru madrasah, santri, dan pondok pesantren selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kesejahteraan guru, perluasan beasiswa, layanan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga penguatan kelembagaan pesantren.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan, perhatian terhadap pendidikan keagamaan terus ditingkatkan. Pemerintah berupaya memperluas akses dan memberikan dukungan yang lebih setara bagi guru serta peserta didik di lingkungan madrasah dan pesantren.
“Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama memastikan guru madrasah, santri, dan pesantren yang lama belum tersentuh afirmasi kebijakan secara optimal kini mendapat pengakuan dan dukungan yang setara,” ujar Syahganda dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dari peningkatan akses guru madrasah terhadap Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jumlah peserta PPG di lingkungan Kementerian Agama meningkat dari 29.933 orang pada 2024 menjadi 206.411 orang pada 2025.
Selain itu, tunjangan bagi guru non-ASN naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Kebijakan tersebut diharapkan mempercepat pengakuan profesionalitas guru sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
Baca juga : Sampah Bantargebang Diolah Jadi Listrik, Siap Terangi 55 Ribu Rumah
Syahganda menilai, guru memiliki peran penting dalam membentuk kualitas pendidikan. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
“Peran guru ini penting dalam membangun kualitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik,” katanya.
Pemerintah juga memperluas dukungan pendidikan bagi santri dan siswa madrasah melalui bantuan biaya pendidikan. Sepanjang 2025–2026, beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah disalurkan senilai Rp7 triliun bagi anak-anak pesantren dan mahasiswa.
Menurut Syahganda, bantuan tersebut diharapkan mengurangi hambatan ekonomi yang dapat mengganggu keberlanjutan pendidikan. Dengan dukungan biaya pendidikan, anak-anak dari keluarga sederhana diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar dan mengembangkan potensi.
“Dengan dukungan biaya pendidikan, layanan kesehatan, dan pemenuhan gizi, anak-anak dari keluarga sederhana diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.
Baca juga : Kampung Nelayan Integrasikan Rantai Usaha untuk Sejahterakan Nelayan
Dukungan pemerintah juga mencakup aspek kesehatan dan pemenuhan gizi. Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau lebih dari tiga juta siswa dan santri. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau 6,3 juta siswa madrasah dan santri.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan peserta didik agar dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih baik.
Di sisi kelembagaan, pemerintah memperkuat pengelolaan pendidikan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren pada Maret 2026. Pembentukan direktorat tersebut telah diusulkan sejak 2019.
Kehadiran unit khusus ini memberikan ruang kelembagaan bagi sekitar 42 ribu pondok pesantren untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan, perlindungan santri, dan kemandirian ekonomi.
Penguatan tersebut juga ditujukan untuk memperluas peran pesantren. Selain menjadi tempat pendidikan agama, pesantren diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat.
Baca juga : BAZNAS Salurkan Rp 27,5 Miliar Beasiswa 2.500 Santri Dan Renovasi 700 Pesantren
Syahganda menegaskan, berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi santri dan madrasah yang unggul, berakhlak, serta mampu hidup rukun dalam keberagaman.
“Inilah fondasi untuk mencetak generasi santri dan madrasah yang unggul, berakhlak, dan rukun dalam perbedaan. Seluruh langkah itu sejalan dengan tema Hari Santri 2026, yaitu Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.
Melalui peningkatan kualitas guru, perluasan akses pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar siswa, dan penguatan pesantren, pemerintah menempatkan pendidikan keagamaan sebagai salah satu bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya