Dark/Light Mode

Babel Mendunia Apresiasi 2 Tahun Prabowo, Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 27 Oktober 2026 13:17 WIB
Ketua Umum DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bangka Belitung sekaligus penggagas Babel Policy Forum 2026, Ahmad Rama Afrizal. (Foto: Dok. PGK Bangka Belitung)
Ketua Umum DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bangka Belitung sekaligus penggagas Babel Policy Forum 2026, Ahmad Rama Afrizal. (Foto: Dok. PGK Bangka Belitung)

RM.id  Rakyat Merdeka - Babel Policy Forum 2026 mengapresiasi sejumlah capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun terakhir.

Namun, capaian tersebut dinilai perlu terus dioptimalkan agar memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi publik Babel Policy Forum 2026 bertajuk “Babel Menilai, Indonesia Maju” yang diselenggarakan Babel Mendunia di Sun Hotel Pangkalpinang, Senin (26/10/2026).

Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengevaluasi kebijakan nasional sekaligus membahas peluang dan tantangan pembangunan daerah.

Ketua Umum DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bangka Belitung sekaligus penggagas Babel Policy Forum 2026 Ahmad Rama Afrizal mengatakan, capaian pemerintah di berbagai sektor patut diapresiasi.

Namun, capaian tersebut juga perlu menjadi pijakan untuk mendorong pemerataan pembangunan.

Baca juga : PGK Bengkulu Dorong Sekolah Rakyat Hadir di Seluruh Kabupaten/Kota

“Capaian pemerintah selama dua tahun ini patut diapresiasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana berbagai program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk di Bangka Belitung,” ujar Rama.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian dalam evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran meliputi ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, investasi, infrastruktur, dan kesehatan.

Berdasarkan laporan pemerintah yang dipublikasikan pada Oktober 2026, Indonesia mencatat capaian swasembada pada delapan komoditas pangan dengan cadangan pangan mencapai 5,2 juta ton.

Sementara itu, program MBG dilaporkan telah menjangkau 62 juta penerima manfaat.

Di sektor investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sebesar Rp 3.923,2 triliun selama periode Oktober 2024 hingga September 2026. Investasi tersebut dilaporkan menyerap 5.485.944 tenaga kerja.

Menurut Rama, berbagai capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.

Baca juga : 2 Tahun Prabowo-Gibran, Sumbar Policy Forum Apresiasi Pembenahan Pendidikan

“Pembangunan tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi atau banyaknya program yang dijalankan. Ukuran keberhasilannya juga harus terlihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan terbukanya kesempatan kerja,” katanya.

Selain mengevaluasi kebijakan nasional, Babel Policy Forum 2026 menyoroti arah perekonomian Bangka Belitung yang selama ini berkaitan erat dengan sektor pertambangan timah.

Pengelolaan sumber daya alam, keberlanjutan lingkungan, serta dampak aktivitas pertambangan terhadap kehidupan masyarakat dinilai perlu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Di sisi lain, Bangka Belitung memiliki peluang untuk memperkuat sektor kelautan dan ekonomi biru.

Potensi perikanan dan kawasan pesisir dapat dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.

Namun, pengembangan sektor tersebut membutuhkan tata kelola yang baik agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Hari Santri 2026, Prabowo Dorong Pesantren Jadi Pilar Pembangunan Bangsa

Diskusi tersebut menghadirkan Direktur Pascasarjana Universitas Pertiba Juhari dan Ketua Majelis Hukum PWM Bangka Belitung Faisal.

Forum dipandu dosen Institut Pahlawan 12, Widya Handini, serta diikuti mahasiswa dari berbagai wilayah di Bangka Belitung.

Melalui Babel Policy Forum 2026, penyelenggara berharap mahasiswa dan masyarakat dapat berperan aktif memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Rama menegaskan, evaluasi terhadap pemerintah tidak seharusnya dimaknai sebagai kritik semata, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kebijakan yang telah berjalan dan memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Babel menilai bukan sekadar untuk mengkritik, melainkan juga memberikan gagasan agar kebijakan yang baik dapat terus diperkuat dan manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat,” ujar Rama.

Ia berharap, Bangka Belitung dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam, kelautan, dan ekonomi lokal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.