Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Teknologi Perluas Akses Pembangunan
Indonesia Dorong BRICS Percepat Pembangunan
Selasa, 15 September 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemanfaatan teknologi dan transformasi digital perlu diarahkan untuk memperluas akses pembangunan. Terutama bagi masyarakat rentan yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan layanan.
Langkah itu dianggap krusial agar kemajuan global dapat dirasakan secara merata dan tidak memperlebar kesenjangan sosial.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan hal itu saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa) ke-18 di New Delhi, India.
“Teknologi dan inovasi perlu kita manfaatkan untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Baca juga : Sampah Di Bantargebang Susut, Di Jakarta Numpuk
Menurutnya, transformasi digital merupakan instrumen strategis untuk memperluas manfaat pembangunan melalui peningkatan konektivitas. Lewat skema inklusif, pemanfaatan teknologi mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum memperoleh manfaat optimal.
Dalam konteks tersebut, kerja sama negara-negara BRICS berperan penting memperkuat pertukaran pengetahuan, serta akses teknologi bagi negara berkembang.
Selain isu digitalisasi, Airlangga menekankan pentingnya keterlibatan aktif negara berkembang dalam pembentukan tata kelola global, terlebih di tengah perubahan lanskap geopolitik.
Menurut dia, jika tidak ikut bertindak dalam proses negosiasi, ketentuan internasional akan ditetapkan tanpa mengakomodasi kepentingan domestik.
Baca juga : City Permalukan MU
“Indonesia perlu terus mengambil peran aktif dalam membentuk tata kelola global yang lebih inklusif, representatif dan berkeadilan,” ujarnya.
Indonesia juga konsisten mendorong reformasi institusi multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) hingga lembaga keuangan internasional (IFIs) agar lebih responsif terhadap kebutuhan negara berkembang.
Pada hari kedua KTT BRICS ke-18, Presiden Prabowo Subianto berpartisipasi dalam sesi bertema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth.
Sesi ini melibatkan negara anggota penuh, negara mitra, negara outreach, serta organisasi internasional.
Baca juga : MotoGP: Sapu Bersih Misano, Marquez Top Klasemen
Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan pentingnya membangun koherensi antara kebijakan pembangunan berkelanjutan, penanganan perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana dalam satu kerangka kerja terpadu.
Pemerintah Indonesia menilai BRICS memiliki posisi strategis untuk berkontribusi pada penyusunan arah agenda pembangunan global pasca-2030.
Indonesia mendorong forum ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi. Tetapi juga membuahkan kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 15 September 2026 dengan judul "Teknologi Perluas Akses Pembangunan Indonesia Dorong BRICS Percepat Pembangunan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya