Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - TvOne kembali menghadirkan penghargaan Inovasi Membangun Negeri (IMN) 2026 untuk mengapresiasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, dan tokoh publik yang menghadirkan inovasi berdampak bagi masyarakat.
Program ini diharapkan mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Direktur Bisnis, Marketing/Sales & Programming tvOne, Maria Goretti Limi mengatakan, penilaian IMN 2026 berfokus pada manfaat nyata inovasi bagi masyarakat. Bukan cuma kecanggihan teknologi.
Menurut Limi, perkembangan zaman menuntut inovasi yang mampu menjawab kebutuhan publik, termasuk melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Sekarang, kalau kita melihat swasta, ini bukan lagi bicara teknologi, tetapi bagaimana memberikan dampak kepada masyarakat. Itu yang kita nilai sebetulnya,” kata Maria dalam rangkaian penyelenggaraan IMN 2026 di The Convergence Indonesia (TCI), Jakarta, Senin (26/10/2026).
Limi menjelaskan, orientasi inovasi saat ini juga semakin bergeser. Jika sebelumnya teknologi menjadi salah satu fokus utama, kini aspek kepedulian sosial dan kolaborasi semakin penting dalam menciptakan perubahan.
Baca juga : Aturan Baru Danantara, Ajudan & Pengawalan Pejabat BUMN Dikurangi
“Yang sebelumnya kita ngomong teknologi, sekarang sudah bicara empati. Yang tadinya sendiri, sekarang sudah bicara kolaborasi,” ujarnya.
Limi berharap, ke depan IMN dapat mengembangkan lebih banyak kategori untuk mengakomodasi beragam inovasi yang muncul. Pada 2026, IMN menghadirkan lima kategori utama, yakni Innovation for Public Service, Innovation for Program Sustainability, Innovation for Corporate Social Responsibility, Innovation for Product Transformation, dan Innovative Public Official Leaders.
Kategori Innovation for Public Service mencakup inovasi pelayanan publik di berbagai sektor. Mulai dari pariwisata, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, transportasi, jaminan sosial, hingga digitalisasi layanan administrasi kependudukan.
Kategori ini juga mengapresiasi inovasi pengembangan sumber daya manusia aparatur serta kanal komunikasi publik. Sementara itu, Innovation for Program Sustainability menyoroti inovasi dalam optimalisasi investasi, ekonomi, infrastruktur, dan model usaha berkelanjutan, termasuk pengelolaan sampah.
Adapun kategori Innovation for Corporate Social Responsibility mengapresiasi upaya penyediaan akses air berkelanjutan dan peningkatan infrastruktur untuk pemberdayaan masyarakat.
Kategori Innovation for Product Transformation mencakup inovasi digitalisasi ekosistem perumahan, pengembangan produk perawatan kulit berbasis riset, pemanfaatan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, serta pengembangan produk energi rendah karbon.
Baca juga : Kemenimipas Sosialisasikan STAR ASET BMN untuk Perkuat Tata Kelola Aset Negara
Sementara kategori Innovative Public Official Leaders memberikan apresiasi terhadap inovasi edukasi keselamatan publik dan kepemimpinan kolaboratif dalam situasi kritis.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, sejumlah nominator berasal dari pemerintah daerah, lembaga pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta.
Di antaranya Pemerintah Provinsi Bali, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur; Pemerintah Kota Makassar dan Surabaya; Kabupaten Malinau dan Situbondo; serta BP Batam. Dari sektor usaha, nominator meliputi PT Coca-Cola Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Skinsol, Telkomsel, PT Pertamina (Persero), PAM JAYA, dan PT Xaviera Global Synergy.
Sejumlah tokoh dan lembaga pemerintah juga masuk dalam daftar nominator, termasuk La Siape selaku Ketua IKLUM AKNES Jakarta, Safrizal ZA selaku Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Dukcapil RI, dan BPSDM Kemendagri.
Limi menjelaskan, proses penilaian IMN 2026 melibatkan Universitas Bakrie (UBakrie) untuk melakukan verifikasi dan penilaian terhadap inovasi yang diajukan. Namun, sebelum masuk ke tahap tersebut, tim tvOne terlebih dahulu melakukan penyaringan awal untuk menentukan kandidat yang dinilai relevan dengan kategori penghargaan.
“Pasti ada arahan dari tvOne. Saringan pertama dari tvOne. Kami melihat ada beberapa perusahaan yang menurut kami cocok, setelah itu kami serahkan kepada Universitas Bakrie untuk melakukan verifikasi. Jadi, belum tentu yang dari kami bisa lolos di Universitas Bakrie,” jelasnya.
Baca juga : Saham BUMN Menguat, IHSG Kembali Bangkit
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan inovasi yang memperoleh apresiasi telah melalui pemeriksaan dan penilaian sebelum penerima penghargaan ditetapkan.
Selain penganugerahan, rangkaian program IMN 2026 juga mencakup bincang inspiratif melalui Inspirasi Pagi, liputan acara, wawancara, dokumentasi, artikel, serta konten digital. Rangkaian ini ditujukan untuk memperluas jangkauan informasi dan memperkenalkan praktik inovasi yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.
Malam inaugurasi IMN 2026 digelar pada 26 Oktober 2026. Sementara itu, program tersebut dijadwalkan tayang di tvOne dan kanal YouTube pada 31 Oktober 2026 pukul 20.00-21.30 WIB.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya