Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perbedaan Hasil Survei IPO dan Celios, Ini Penjelasan Dedi Kurnia Syah
Jumat, 30 Oktober 2026 11:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perbedaan hasil penilaian terhadap kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) dan kajian Center of Economic and Law Studies (Celios) dinilai tidak terlepas dari perbedaan metodologi penelitian.
Kedua lembaga menggunakan pendekatan berbeda dalam mengukur persepsi dan penilaian terhadap kinerja pejabat publik.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, berdasarkan hasil pengukuran lembaganya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Bahlil mencapai 31,1 persen.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah menteri yang membidangi sektor ekonomi dalam survei IPO.
Menurut Dedi, hasil tersebut juga berkaitan dengan tingkat popularitas Bahlil di tengah masyarakat.
Namun, ia menilai perbedaan hasil survei dan kajian antarlembaga perlu dilihat dengan mempertimbangkan metode serta karakteristik responden yang digunakan.
Baca juga : Survei HSBC: 84 Persen Korporasi Indonesia Sebut AI Bermanfaat
Dedi menjelaskan, IPO menerapkan metode pengambilan sampel secara acak dan proporsional untuk memperoleh gambaran opini publik.
Sementara itu, menurutnya, Celios menggunakan metode sampling purposif, yakni pemilihan responden berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapkan peneliti.
"Purposif itu artinya sampel ditentukan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan peneliti," ujar Dedi, Jumat (30/10/2026).
Ia menambahkan, perbedaan karakteristik responden dan kelompok yang dilibatkan dalam penelitian dapat memengaruhi hasil akhir.
Karena itu, hasil dari kedua lembaga tersebut perlu dibaca sesuai dengan metode dan indikator penilaian masing-masing.
Dedi juga menyinggung keterlibatan Kabinet Bayangan dalam kajian Celios. Menurutnya, latar belakang dan orientasi kelompok yang terlibat dapat menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam membaca hasil kajian tersebut.
Baca juga : Gerindra Salip PDIP, Golkar Di Posisi Tiga
"Tentu jika tujuannya kritik, bisa dipastikan hanya melihat sisi buruk," ungkapnya.
Meski demikian, pandangan tersebut merupakan penilaian Dedi terhadap kajian Celios. Ia menilai, perbedaan hasil penelitian tidak serta-merta menunjukkan bahwa kinerja seorang pejabat publik sepenuhnya buruk.
Selain persoalan survei, Dedi turut menyoroti sikap Bahlil dalam menyikapi dinamika hubungan Indonesia dan Singapura. Menurutnya, respons Bahlil mencerminkan sikap tegas pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Ia menilai Bahlil sebagai salah satu menteri yang memahami arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan strategis Indonesia.
"Apa yang ditunjukkan Bahlil adalah sikap nasionalis, demi kedaulatan. Soal diplomasi persuasi yang diabaikan dapat dimaklumi jika Singapura lebih dahulu reaktif dan provokatif," tutur Dedi.
Menurut Dedi, dalam menyikapi persoalan yang berkaitan dengan kepentingan nasional, pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kepentingan masyarakat, kedaulatan negara, dan hubungan investasi dengan negara lain.
Baca juga : Survei Voxpol: 92,8 Persen Masyarakat Setuju Pendidikan Gratis Hingga Kuliah
Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa penilaian terhadap seorang menteri tidak cukup hanya didasarkan pada popularitas ataupun kritik yang berkembang di ruang publik.
Kemampuan mengambil keputusan, memahami kepentingan strategis nasional, dan merespons kebutuhan masyarakat juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan.
Dedi menyebut, hasil survei IPO yang mencatat tingkat kepuasan Bahlil sebesar 31,1 persen sebagai salah satu gambaran persepsi publik terhadap kinerja Menteri ESDM tersebut.
Sementara itu, perbedaan dengan kajian Celios, menurutnya, dapat menjadi bahan untuk melihat penilaian publik dari berbagai pendekatan penelitian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya