Dark/Light Mode

Panglima TNI Pimpin Pemakaman Prajurit Gugur Dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17

Kamis, 5 November 2026 17:46 WIB
Tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 bernomor registrasi HA-5235 saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Foto: Instagram/pusdikpenerbad_official
Tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 bernomor registrasi HA-5235 saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Foto: Instagram/pusdikpenerbad_official

RM.id  Rakyat Merdeka - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 bernomor registrasi HA-5235 saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Helikopter milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) itu jatuh di perairan saat melaksanakan pengeboman air (water bombing), Rabu (4/11/2026).

Agus menyampaikan hal tersebut selepas memimpin upacara pemakaman militer Letkol Cpm Dudi Firmansyah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Kamis (5/11/2026). Ia menyebut para prajurit yang gugur sebagai pahlawan karena menjalankan tugas penanganan karhutla. 

Baca juga : Water Bombing Karhutla Tanjung Puting Ditingkatkan Jadi 26 Kali

“Baru saja telah dilaksanakan pemakaman secara militer kepada para pahlawan yang telah gugur dalam rangka mengemban tugas, dalam rangka penanganan karhutla,” kata Agus.

Agus menjelaskan kecelakaan terjadi ketika helikopter hendak melakukan penyiraman air tahap kedua. Penerbangan untuk pengeboman air tahap pertama sebelumnya berlangsung aman, tetapi helikopter mengalami kecelakaan saat melanjutkan misi tersebut.

Berdasarkan laporan terakhir, badan helikopter ditemukan dalam posisi terbalik di perairan Pematang Limau, Kabupaten Seruyan. Agus mengatakan lokasi badan helikopter berada sekitar satu kilometer dari bibir pantai dengan kedalaman enam meter. 

Baca juga : Menhut Maksimalkan 3 Operasi Udara Tangani Karhutla Kalteng

“Kondisi terakhir helikopter berada kurang lebih 1 kilometer dari bibir pantai pada kedalaman kurang lebih 6 meter, dengan posisi helikopter terbalik,” ujarnya.

Tiga prajurit yang gugur dalam insiden tersebut adalah Letkol Cpm Dudi Firmansyah, Kapten Cpm Nurhafiz Akbar, dan Sertu Heri Prastiyo. Dudi dimakamkan secara militer di TMP Cikutra, Bandung, sedangkan Nurhafiz dimakamkan di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis. Ketiganya mendapat kenaikan pangkat luar biasa atau anumerta.

Sementara itu, proses evakuasi Sertu Heri masih berlangsung. Jenazahnya dilaporkan berada di dalam badan helikopter yang mulai tenggelam. Tim gabungan Search and Rescue (SAR) dan TNI menghadapi kendala arus bawah laut yang deras serta kondisi ombak di lokasi kejadian.

Baca juga : Asap Hambat Water Bombing, Menhut Alihkan Helikopter ke Kuala Pembuang

Agus mengatakan tim telah menemukan posisi helikopter, tetapi kondisi perairan menyulitkan proses pengangkatan korban. “Hasil laporan dari tim SAR dan TNI di lokasi, arus bawah laut sangat deras dan ombak cukup terjal. Namun posisi helikopter sudah ditemukan. Kami berdoa bersama agar evakuasi satu korban ini bisa segera diselesaikan,” kata Agus.

Kecelakaan helikopter Mi-17V5 tersebut terjadi saat menjalankan misi penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Helikopter itu membawa delapan personel, dengan lima prajurit lainnya berhasil selamat dan mendapatkan penanganan medis setelah insiden. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.