Dark/Light Mode

KOWANI Tegaskan Komitmen Jaga Martabat Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 8 November 2026 21:23 WIB
Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto. Dok. Ist
Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto. Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menegaskan komitmen menjaga martabat perempuan, kejujuran informasi, dan tata kelola organisasi yang bertanggung jawab. Komitmen ini menjadi pijakan organisasi dalam melanjutkan pengabdian menuju usia 100 tahun KOWANI pada 2028 dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dalam siaran pers yang diterima Minggu (8/11/2026), KOWANI menyatakan perbedaan pandangan di internal organisasi perlu diselesaikan melalui dokumen, pemeriksaan yang adil, serta penghormatan terhadap semua pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto menanggapi opini berjudul "Ketika Perempuan Indonesia Dijaga Tentara Vietnam". Nannie menolak penggambaran dirinya sebagai pihak yang menghendaki kerugian bagi Indonesia demi mempertahankan jabatan.

Ia menilai narasi dalam tulisan tersebut menyesatkan dan merugikan nama baiknya. Nannie juga meminta agar tanggapannya disampaikan secara utuh kepada publik.

"Saya menilai tulisan ini menambah sederet dugaan pelanggaran yang saya persoalkan, termasuk dugaan penyebaran fitnah dan berita bohong. Saya terbuka terhadap kritik dan meminta setiap tuduhan diuji dengan bukti, konteks utuh, dan kesempatan memberikan penjelasan," tegasnya.

Baca juga : KOWANI Harus Utamakan Persatuan Dan Transparansi

Nannie meminta tuduhan mengenai intimidasi, ancaman terhadap karier diplomat, dan tekanan terhadap panitia dijelaskan secara spesifik. Menurutnya, setiap tuduhan perlu disertai keterangan mengenai pihak yang terlibat, ucapan atau tindakan yang dipersoalkan, waktu kejadian, serta bukti pendukung.

Ia juga menilai penyebutan "kubu" atau "rombongan" dengan mencantumkan namanya tidak serta-merta membuktikan kehadiran, tindakan, maupun perintah pribadi darinya. Penafsiran penulis mengenai motif seseorang, kata dia, perlu dibedakan dari kutipan atau pernyataan yang dapat dibuktikan.

Terkait narasi pengamanan acara, KOWANI meminta informasi tersebut dikonfirmasi kepada penyelenggara atau pihak berwenang. Nannie juga menegaskan penghormatannya kepada KBRI, para diplomat, tuan rumah Vietnam, dan mitra ACWO.

Dalam siaran pers tersebut, KOWANI turut menyinggung sejumlah dokumen yang dinilai perlu ditelaah untuk menyelesaikan persoalan organisasi.

Di antaranya salinan surat Putri Narpowandawa Karaton Surakarta Hadiningrat tertanggal 11 September 2025 yang memuat evaluasi pelaksanaan tugas Sekretaris Jenderal serta rekomendasi pembenahan.

Baca juga : KOWANI Bawa Diplomasi Perempuan Indonesia ke Forum Internasional London

Selain itu, terdapat naskah sanggahan tertanggal 7 November 2026 atas Surat 259/Kowani/X/2026. Dokumen tersebut memuat keberatan mengenai mandat, kewenangan forum, keabsahan peserta, kuorum, dan proses pergantian kepengurusan.

KOWANI juga meminta penegasan tertulis dari Kementerian Hukum terkait profil organisasi di Administrasi Hukum Umum (AHU) yang memuat perubahan pada 2025. Penegasan itu diperlukan untuk mencocokkan data dengan salinan keputusan tertanggal 29 Oktober 2026, termasuk lampiran, riwayat perubahan, serta pihak yang berwenang mewakili KOWANI.

Nannie meminta penulis dan pihak yang menyebarluaskan tulisan tersebut memeriksa kembali sumber informasi serta menyajikan tanggapan secara proporsional. Informasi yang terbukti keliru, menurutnya, perlu dicabut dan dikoreksi secara terbuka melalui saluran yang sama, disertai permintaan maaf dan pemulihan nama baik.

Di luar persoalan internal, KOWANI menyatakan tetap berfokus pada kaderisasi dan estafet kepemimpinan untuk memasuki abad kedua perjuangan perempuan Indonesia.

Organisasi ini menyiapkan program 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi untuk menjawab berbagai persoalan nyata sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : KOWANI Sambut SK Menkum, Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan

Sebagai Ibu Bangsa, KOWANI juga mendorong aksi terpadu bersama organisasi anggota dan jejaring daerah hingga tingkat akar rumput. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat pelaksanaan Asta Cita, pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta pemenuhan komitmen Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW).

KOWANI turut berkomitmen menyukseskan program KOWANI Goes to UNESCO Memory of the World dan mendukung Tempe Goes to UNESCO untuk melestarikan memori perjuangan serta warisan budaya bangsa.

"Menghadapi sederet tuduhan yang saya yakini sebagai fitnah, saya tetap berikhtiar dengan bukti, kesabaran, dan doa. Saya percaya, ada masanya Allah SWT menunjukkan kebenaran. Mari menjaga adab, menghormati martabat sesama, dan melanjutkan pengabdian dengan jujur serta bertanggung jawab," tutup Nannie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.