Dark/Light Mode

Bulat Dukung Jokowi 3 Periode, Qodari Mundur Dari Persepi

Sabtu, 19 Juni 2021 17:26 WIB
Penasehat Relawan Jokowi-Prabowo 2024, M Qodari. (Foto: ist)
Penasehat Relawan Jokowi-Prabowo 2024, M Qodari. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Serius menggalang dukungan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari memutuskan mundur dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

Qodari mengatakan, dirinya ingin menjadikan Jokowi dan Prabowo berduet sebagai pasangan capres-cawapres tanpa membawa latar belakang lembaganya. 

Berita Terkait : Puluhan Karangan Bunga Ucapan Selamat Hiasi Kantor Seknas Jokpro

“Saya sepenuhnya menyadari bahwa posisi saya hari ini adalah aktivis, bukan sebagai surveyour. Sehingga saya itu mundur dari Persepi,” kata Qodari di kantor Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Jokpro), Jalan Tegal Parang Selatan 1, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu (19/6).

Qodari menjelaskan alasan mundur dari Persepi, lantaran teman-temannya di perhimpunan tersebut tidak setuju dengan gagasannya ini. “Jadi saya memutuskan mundur karena ada temen-teman yang nggak setuju Jokowi 3 periode. Saya nggak mau kelahi ya dengan teman-teman sendiri,” ujarnya.

Berita Terkait : Qodari Iseng-iseng Berhadiah

Qodari menceritakan dukungannya kepada Jokowi untuk menjadi presiden sekali lagi. Hal itu disampaikannya Maret 2021 di salah satu stasiun televisi. Kemudian gayung bersambut banyak masyarakat yang mendukung gagasan itu. “Kalau ada istitusi (Seknas Jokpro) ini bergerak saya yakin Insya Allah pada saatnya mayoritas setuju,” ungkapnya.

Sebelumnya, Penasihat Jokowi-Prabowo Subianto (Jokpro), M Qodari ini mengatakan, muncul ide menjadikan Jokowi menjadi presiden Indonesia di periode ketiga karena ia dan relawan yang satu visi dengannya tidak ingin adanya polarisasi di masyarakat.

Baca Juga : Covid Naik Tajam, KAI Perketat Penerapan Prokes

Dia mencontohkan, pada Pilpres 2014-2019 terjadi polarisasi di masyarakat. Bahkan di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu juga mengalami hal yang sama. Masyarakat dengan yang lainnya saling menghujat demi membela yang didukungnya. [UMM]